Ustaz Yusuf Mansur sempat mendapat peringatan karena salah satu santri di pesantrennya memelihara ikan aligator. Netizen mengingatkan hal tersebut bisa kena pidana.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Jumat, 24 Juli 2020 - 09:41 WIB
WowKeren - Belum lama ini ustaz Yusuf Mansur mendapat peringatan karena salah satu santrinya di pesantren Daarul Quran di kawasan Tangerang memelihara ikan aligator. Netizen mengingatkan kepada sang ustaz bahwa memelihara ikan aligator bisa dikenai pidana.
Lewat postingan Instagram pada Rabu (23/7), ustaz Yusuf Mansur terlihat menjawab soal permasalahan tersebut. Ia mengaku antara tahu dan tidak tahu soal peliharaan ikan aligator yang bisa dikenai pidana.
"Kemaren nguras area danau di area pohon jamblang, di DQ. Trs saya dapet WA, dari kawan pengasuh pondok. Berisi foto ikan alligator. Saya takjub. Luar biasa... Dan saya aplod, hehehe," tulis ustaz Yusuf Mansur. "Tanpa tau itu ternyata binatang yang dilindungi. Ada kawan yang komen, dan karenanya saya terima kasih. Luar biasa. Saya udah jawab di komenan itu. Makasih. Dan segera diambil tindakan."
Ustaz Yusuf Mansur kemudian langsung memberitahu orang yang ada di pesantren miliknya terkait hal tersebut. Ia juga membeberkan santri yang membawa ikan aligator tersebut memang sering membawa hewan aligator lain seperti ular sanca dan piton.
"Saya abis jawab komenan itu, kemaren, langsung capture dan kirim ke kawan-kawan pengasuh. Bahwa itu adalah binatang yang dilindungi. Ambil langkah. Ternyata selama ini, antara tahu dan nggak tahu," sambung ustaz Yusuf Mansur. "Tepatnya, nggak ada yang konsen ke soalan ini. Sampe kemudian ada intruksi saya soal danau dikeringin untuk dibersihkan dll. Ketauanlah ada ikan segede itu."
"Riwayatnya adalah, ada santri pecinta reptil. Yang bawa 'kawanan' reptil. Bukan saja alligator. Tapi juga sanca dan piton. Ngeri nggak tuh, hahaha," lanjut ustaz Yusuf Mansur. "Santrinya sendiri udah lulus. Dan saya tanya, kemana itu hewan-hewan reptil? Kawan- kawan jawab, 'Waktu itu juga udah mau disita. Tapi pengasuh ga ada yg berani nyita, wkwkwkwk.' Jadi, hanya disarankan, agar dikeluarkan dari area pondok."
"Saya kemaren WA gini, "Ini santri mesti istimewa. Nggak semua cinta reptil. Nggak semua sayang reptil. Nggak semua bisa deket dengan hewan-hewan beginian..." tambah ustaz Yusuf Mansur. "Kata kawan-kawan pengasuh, santri kami itu, Jalu namanya, skrg udah bergabung dengan pecinta reptil yang lain, dan melakukan berbagai aktifitas terkait dengan reptil-reptil."
Ustaz Yusuf Mansur akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak. Ia juga berterima kasih karena sudah memberitahu soal masalah ikan tersebut.
"Nah, rupanya, ikan Aligator itu dicemplungin beliau, ke danau. Pada ngeh nggak ngeh. Makanya segede itu ikannya. Saya sendiri serem liatnya. Yang masih jadi misteri, sanca sama pitonnya. Di mana tuh... Hehehe," jelas Ustaz Yusuf Mansur. "Saya terima salah. Semoga jadi kebaikan buat keluarga besar reptil seluruh nusantara... Dan para pecintanya... Juga buat ekosistem alam ini. Mhn maaf an pribadi dan keluarga besar Pesantren. Siap mendapatkan petunjuk lebih lanjut dari yang mengerti dan paham soalan ini."
(wk/tria)