Performa Donald Trump di Debat Capres Perdana Dikritik Anggota Partai Republik
Getty Images
Dunia

Dua anggota Partai Republik, Rick Santorum dan Scott Jennings, sepakat menyebut sikap Trump justru menjauhkan percakapan dari masalah inti selama debat dengan Joe Biden.

WowKeren - Performa Donald Trump dalam debat perdana capres yang digelar pada Selasa (29/9) malam waktu setempat rupanya membuat sejumlah anggota Partai Republik kurang puas.

Dua anggota Partai Republik, Rick Santorum dan Scott Jennings, sepakat menyebut sikap Trump justru menjauhkan percakapan dari masalah inti selama debat dengan Joe Biden. Bahkan, mereka mengatakan jika Trump kerap mengutarakan pernyataan yang menyinggung.

Bahkan dalam pernyataannya, Santorum mengklaim kalau Trump hanya terlalu memikirkan dirinya sendiri selama debat berlangsung, alih-alih membahas perihal kepentingan partai maupun warga AS. Ia juga menambahkan bahwa ucapan Presiden 74 tahun tersebut justru bisa mengurangi kredibilitasnya.

"Jika saya adalah seorang pejabat terpilih Partai Republik, jika saya adalah seseorang yang mencalonkan diri saat ini, saya akan sangat marah padanya. Dia memanjakan dirinya sendiri," ujar Santorum.

"Kami tidak bisa menang dengan kampanye kanan-tengah jika kami memiliki seseorang yang sekeras Presiden dalam debat ini. Kepribadian Donald Trump menjadi liar malam ini," katanya.

Kendati demikian, ia meyakini jika Trump tetap memiliki pesan, kebijakan kemenangan, dan secara garis besar unggul jauh dari rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, selama debat berlangsung.


Sedangkan Jeanings mengungkapkan bahwa strategi Trump dalam melakukan debat tersebut berubah menjadi hanya berkesan menyerang. Ia juga mengecam pernyataan Trump yang dianggap tidak tegas soal mengutuk supremasi kulit putih.

"Dia (Trump) harus membereskan ini, menjernihkannya. Itu jawaban yang salah. Itu selalu jawaban yang salah. Ada jawaban benar yang jelas untuk pertanyaan-pertanyaan ini yang mana adalah, 'Siapapun yang melakukan kekerasan, kiri, kanan, putih, hitam, atas, bawah, jika Anda berada di kota dan Anda melakukan kekerasan dan Anda melakukannya atas nama supremasi kulit putih," ujarnya.

"Sama saja, kamu menyakiti Amerika. Jadi, pulanglah dan hentikan. Itu selalu menjadi jawaban yang benar. Itu selalu jelas dan fakta bahwa dia tidak bisa melihat ke kamera dan mengatakan itu adalah masalah," tambahnya.

Selama debat, Trump memang enggan mengutuk supremasi kulit putih di AS. Padahal seperti diketahui, hadirnya gerakan supremasi kulit putih mulai menyulut aksi kekerasan di berbagai kota.

Sementara itu, debat perdana antara Trump dan Biden digelar di Case Western Reserve University and Cleveland Clinic, di Cleveland, Ohio. Topik-topik yang disajikan dalam debat meliputi rekam jejak Biden dan Trump, Mahkamah Agung AS, pandemi COVID-19, ekonomi, ras dan kekerasan di kota, dan integritas pemilu.

Di sisi lain, pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Duet petahana Donald Trump dan Mike Pence akan berhadapan dengan pasangan capres-cawapes Joe Biden dan Senator Kamala Harris yang diusung dari Partai Demokrat. Satu kandidat lagi adalah Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts