Dexamethasone sendiri biasanya digunakan untuk kasus COVID-19 berat. Hal ini membuat sejumlah pakar medis curiga jika kondisi kesehatan Trump sebenarnya jauh lebih parah dari yang diberitakan.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 05 Oktober 2020 - 15:44 WIB
WowKeren -
Para pakar medis yang tak terlibat merawat Presiden AS Donald Trump mempertanyakan kondisi kesehatan petahana dari Partai Demokrat tersebut. Pasalnya, Trump diberikan obat dexamethasone, yang digunakan untuk kasus COVID-19 berat. Hal ini membuat sejumlah pakar medis curiga jika kondisi kesehatan Trump sebenarnya jauh lebih parah dari yang diberitakan.
"Apa yang saya dengar dalam uraian yang disampaikan di konferensi pers menunjukkan presiden memiliki penyakit yang lebih parah dibandingkan gambaran optimistis yang diperlihatkan," kata pakar penyakit menular dari Lahey Hospital & Medical Center, Dr. Daniel McQuillen.
Sementara itu, Infectious Disease Society of America mengatakan penelitian menunjukkan dexamethasone meningkatkan daya tahan pasien COVID-19 yang sakit parah atau kritis serta membutuhkan oksigen tambahan. Tapi, tidak boleh diberikan pada pasien dengan gejala ringan karena menurunkan kemampuan tubuh melawan virus.
Sebelumnya, Trump memang diberi perawatan oksigen dan obat yang biasa diberikan pada pasien COVID-19 kritis. Hal ini disampaikan salah satu tim dokter Presiden, dr. Sean Conley, dalam konferensi pers di halaman rumah sakit militer Walter Reed National Military Medical Center, pada Minggu (4/10) siang waktu setempat.
Obat yang dimaksud adalah dexamethasone atau steroid. Obat ini biasa diberikan pada pasien dengan gejala COVID-19 yang parah atau kritis. Obat ini berguna untuk membantu fungsi kerja paru-paru mereka.
Conley menyebut pemberian dexamethasone dilakukan lantaran Trump mengalami beberapa episode penurunan oksigen sementara. Pada Sabtu lalu, kadar oksigen Trump turun menjadi 93 persen dan mengalami kesulitan bernapas. Setelah itu ia dibantu dengan dexamethasone.
Saat ini, kondisi kadar oksigen Trump 98 persen dan tak mengalami gejala klinis berarti. Sebelumnya, Conley menuturkan pada Jumat pagi kadar oksigen Trump turun di bawah 94 persen dan mengalami demam tinggi.
Setelah itu, menurutnya kadar oksigennya sempat membaik meski sempat menurun lagi. Pada konferensi pers ini, Conley juga kembali meyakinkan kalau Trump sudah bisa kembali berkantor di Gedung Putih sembari meneruskan perawatan.
Terkait pernyataan Conley, Kepala New York Northwell Health, Dr. David Battinelli mengatakan sangat memungkinkan Trump dapat keluar dari rumah sakit. Tapi ia memperingatkan butuh waktu yang cukup lama hingga akhirnya ia dapat pulih sepenuhnya. "Sangat tidak mungkin baginya untuk keluar dan bepergian dan menjalani kampanye kurang dari 14 hari," katanya.
(wk/luth)