Biden meminta Trump mendengarkan pendapat ilmuwan setelah dinyatakan terinfeksi virus corona (COVID-19). Kritikan ini dilontarkan setelah Trump bersikeras akan tetap menggelar kampanye.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 06 Oktober 2020 - 10:30 WIB
WowKeren - Calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, meminta rivalnya dalam pemilu Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mendengarkan pendapat ilmuwan dan tetap mengenakan masker setelah dinyatakan terinfeksi virus corona (COVID-19). Kritikan ini dilontarkan setelah Trump bersikeras akan tetap menggelar kampanye jelang pilpres mendatang.
Dalam pidatonya, Biden juga meminta agar Trump menjadikan penggunakan masker sebagai sebuah keharusan bagi warga AS. "Saya senang melihat Presiden berbicara dan merekam video selama akhir pekan. Sekarang dia sibuk mencuitkan pesan kampanye, saya akan memintanya melakukan ini: Dengarkan para ilmuwan dan dukung penggunaan masker," ujar Biden, sebagaimana dilansir dari CNN.
"Saya memandang memakai topeng (masker) ini, tidak terlalu melindungi saya, tetapi sebagai tanggung jawab patriotik," lanjut mantan wakil Presiden era Barack Obama tersebut.
Dalam kesempatan itu, Biden juga mendoakan agar Trump dan ibu negara, Melania, segera pulih dari COVD-19. Ia mengaku sangat senang mengetahui kondisi Trump yang telah membaik. Namun ia mengatakan kecewa dengan cuitan Trump yang dianggap terlihat menyepelekan pandemi.
"Ada sekitar 1.000 orang setiap hari yang tertular virus corona. Ini masalah yang signifikan. Saya harap tidak ada yang mengabaikan pesan itu karena mengira itu bkan masalah. Ini masalah serius. Ini pandemi internasional," kata Biden.
Trump diketahui telah meninggalkan Pusat Medis Nasional Walter Reed untuk melanjutkan perawatan dari Gedung Putih. Nantinya ia akan menempati ruang kerja sementara di dalam rumah eksekutif di lantai bawah tanah yang berdekatan dengan ruang medis Gedung Putih.
Usai keluar dari rumah sakit, Trump juga mengumumkan bahwa ia akan melakukan kampanye lagi meskipun belum pulih sepenuhnya dari COVID-19. Presiden 74 tahun tersebut juga mengatakan akan tetap berpartisipasi dalam debat capres kedua yang digelar pada 15 Oktober mendatang.
Di sisi lain, pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Duet petahana Donald Trump dan Mike Pence akan berhadapan dengan pasangan capres-cawapes Joe Biden dan Senator Kamala Harris yang diusung dari Partai Demokrat. Satu kandidat lagi adalah Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian.
(wk/luth)