Selama ini kampanye terbuka yang dilakukan Trump kerap mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan massa pendukung yang memadati ruangan mayoritas tidak mengenakan masker.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 06 Oktober 2020 - 15:40 WIB
WowKeren - Penasihat senior untuk tim kampanye petahana Donald Trump, Jason Miller, mengatakan tidak ada protokol kampanye yang berubah setelah sang presiden dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19).
Miller mengatakan tidak ada perubahan protokol keamanan pada jadwal kampanye Trump berikutnya. Ia menegaskan akan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mengukur suhu peserta kampanye, menyediakan masker, dan cairan pencuci tangan selama Trump berhadapan dengan para pendukungnya.
"Tahukah Anda, itu adalah yang sangat aman dan bertanggung jawab untuk dilakukan. Itulah yang kami lakukan sejak awal," ujar Miller, sebagaimana dilansir dari CNN.
Pernyataan Miller tersebut memicu pertanyaan mengenai keseriusan Trump dan tim kampanye dalam keseriusan menghadapi pandemi yang menular dan mematikan. Kendati tampak mengabaikan protokol kesehatan, Miller tetap berkeras jika pihaknya selama melakukan kampanye kerap mematuhinya.
Selama ini kampanye terbuka yang dilakukan Trump kerap mengabaikan protokol kesehatan. Salah satunya kampanye dalam ruangan yang dilakukan pada 13 September lalu di negara bagian Nevada. Massa pendukung yang memadati ruangan mayoritas tidak mengenakan masker, hanya mereka yang berada di tribun tepat di belakang Trump diwajibkan mengenakan masker ketika disorot televisi.
Di sisi lain, Trump sendiri telah mengumumkan bahwa ia akan melakukan kampanye lagi meskipun belum pulih sepenuhnya dari COVID-19.
Dokter yang merawat Trump, Sean Conley, juga bersikeras bahwa sang Presiden sudah cukup sehat untuk melanjutkan perawatan dari Gedung Putih. Nantinya Trump akan menempati ruang kerja sementara di dalam rumah eksekutif di lantai bawah tanah yang berdekatan dengan ruang medis Gedung Putih.
"Dia memenuhi atau melampaui semua kriteria untuk keluar dari rumah sakit. Kami berencana membawanya pulang," ujarnya kepada jurnalis di luar Walter Reed.
Trump menjalani perawatan Jumat (2/10) lalu setelah dinyatakan positif COVID-19. Presiden dari Partai Republik tersebut mengatakan tidak punya pilihan selain mengambil risiko terpapar COVID-19 dalam perannya sebagai pemimpin .
"Saya harus berada di depan. Saya tidak bisa dikurung di kamar di lantai atas dan benar-benar aman. Sebagai pemimpin, Anda harus menghadapi masalah. Tidak pernah ada pemimpin hebat yang bisa melakukan itu," ujar Trump.
(wk/luth)