Trump Kembali ke Gedung Putih, Para Staf Takut Tertular COVID-19
Getty Images
Dunia

Sepanjang pandemi, petugas penjaga Gedung Putih, penjaga pintu, staf dapur, dan anggota Dinas Rahasia AS masih terus bekerja di Gedung Putih yang kini menjadi hotspot penularan virus.

WowKeren - Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk keluar dari rumah sakit militer Walter Reed meski masih dinyatakan positif COVID-19 rupanya memicu kekhawatiran bagi staf Gedung Putih. Pasalnya, mau tak mau mereka menjadi pihak yang berada dalam bahaya jika Trump tidak mematuhi protokol isolasi yang ketat.

Sepanjang pandemi, petugas penjaga Gedung Putih, penjaga pintu, staf dapur, dan anggota Dinas Rahasia AS masih terus bekerja di Gedung Putih yang kini menjadi hotspot penularan virus. Apalagi Trump masih belum pulih dan berpotensi menularkan virus.

Terkait hal ini, Juru Bicara Judd Deere mengatakan bahwa Gedung Putih akan mengambil setiap tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi tak hanya keluarga utama, tapi juga setiap anggota staf di sana, sesuai dengan pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Deere juga mengatakan jika akses fisik ke Presiden Trump akan sangat dibatasi. Orang-orang yang berada di dekatnya akan dibekali perlengkapan pelindung. Kendati demikian, para staf Gedung Putih saat ini tetap diliputi perasaan khawatir terpapar virus corona.

Dilansir dari CNN, banyak staf yang mengeluh dan mengungkapkan keprihatinannya atas sikap angkuh Gedung Putih dalam menerapkan jaga jarak dan penggunaan masker. Diketahui banyak kolega di Gedung Putih yang marah atas penerapan tersebut, namun tidak banyak yang bisa mereka lakukan.


Kate Anderson Brower, penulis buku "The Residence: Inside the Private World of the White House", mengatakan baru-baru ini dia berbincang dengan tiga mantan karyawan yang menyatakan keprihatinannya tentang kondisi kesehatan pekerja di Gedung Putih. Tapi mereka tidak dapat berbuat apa pun karena terlalu takut untuk berbicara di depan umum.

Juru bicara Ibu Negara, Stephanie Grisham mengatakan, "Semua tindakan pencegahan telah diambil untuk memastikan kesehatan dan keselamatan staf kediaman", tapi ia menolak menjelaskan secara spesifik.

Ini bukan pertama kalinya Gedung Putih menghadapi pandemi. Menurut Asosiasi Sejarah Gedung Putih, selama pandemi flu pada 1918, Presiden Woodrow Wilson juga terinfeksi virus, termasuk sekretaris dan beberapa anggota Dinas Rahasia.

Sebagai informasi tambahan, Trump menjalani perawatan Jumat (2/10) lalu setelah dinyatakan positif COVID-19. Presiden dari Partai Republik tersebut mengatakan tidak punya pilihan selain mengambil risiko terpapar COVID-19 dalam perannya sebagai pemimpin .

"Saya harus berada di depan. Saya tidak bisa dikurung di kamar di lantai atas dan benar-benar aman. Sebagai pemimpin, Anda harus menghadapi masalah. Tidak pernah ada pemimpin hebat yang bisa melakukan itu," ujar Trump.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait