Tuai Kritikan Usai Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Respon Tiongkok
AFP/STR
Dunia

Pemerintah Tiongkok pun mengatakan jika terpilihnya kembali mereka menjadi Anggota Dewan HAM PBB membuktikan bahwa dunia tidak terpengaruh terhadap kritik yang telah dilontarkan selama ini kepada mereka.

WowKeren - Rusia dan Tiongkok telah terpilih sebagai Anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Selasa (13/10). Namun, keputusan tersebut rupanya menuai protes dan kecaman dari sejumlah aktivis dunia.

Pemerintah Tiongkok pun mengatakan jika terpilihnya kembali mereka menjadi Anggota Dewan HAM PBB membuktikan bahwa dunia tidak terpengaruh terhadap kritik yang telah dilontarkan selama ini kepada mereka. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, juga menepis kritik terhadap pemilihan Tiongkok pada dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo.

"(Pemilihan) ini sepenuhnya mencerminkan pengakuan tinggi komunitas internasional atas perkembangan dan kemajuan perjuangan hak asasi manusia Tiongkok dan partisipasi Tiongkok dalam tata kelola hak asasi manusia global," kata Zhao kepada wartawan pada jumpa pers rutin di Beijing dilansir Associated Press, Kamis (15/10).

Zhao kemudian balik menyerang Amerika Serikat dan mengatakan bahwa Negeri Paman Sam mencampuri urusan dalam negeri negara lain dengan menggunakan hak asasi manusia sebagai dalih.

Sebelumnya telah diberikatakan jika Rusia dan Tiongkok terpilih menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk periode tiga tahun ke depan. Sementara Arab Saudi gagal dalam upaya untuk memenangkan tempat di badan 47 kursi itu.


Tiongkok dan Arab Saudi bersaing dengan Pakistan, Uzbekistan, dan Nepal untuk empat kursi. Tiongkok memperoleh 139 suara, turun dari terakhir kali mencalonkan diri pada tahun 2016 di mana ketika itu meraih 180 suara.

Arab Saudi yang saat ini menjadi Ketua G20 hanya berada di urutan kelima dengan 90 suara, kalah dari Nepal dengan 150 suara. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi upaya Saudi untuk meningkatkan citranya setelah Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman, tersangkut kasus pembunuhan jurnalis The Washington Post, Jamal Khashoggi.

Kekalahan Saudi menyusul lobi menit-menit terakhir dari organisasi hak asasi manusia yang memperingatkan bahwa kredibilitas badan tersebut akan dipertaruhkan jika Arab Saudi, Rusia, dan Tiongkok semuanya terpilih.

Sementara itu, para aktivis telah mengecam Tiongkok saat masuk dalam nominasi Dewan HAM PBB. LSM pemantau yang berbasis di Jenewa, UN Watch, mengatakan jika hal tersebut terjadi itu artinya sama saja mengizinkan terpidana pembakaran untuk bergabung dengan pemadam kebakaran.

Dalam jumpa pers yang diselenggarakan oleh UN Watch, Presiden dari Citizen Power Initiatives for China dan mantan tahanan politik, Yang Jianli, menyatakan Tiongkok terlibat dalam gejolak politik di Hong Kong. "Dengan standar apapun China telah menyalahgunakan prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia PBB. Jika ini adalah pemilihan untuk dewan pelanggar hak asasi manusia PBB, akan lebih dari pantas untuk memilih Tiongkok, karena mereka memimpin dunia dalam melanggar hak asasi manusia," ujarnya dilansir The Guardian.

Ia lantas menambahkan negara-negara demokrasi memiliki kewajiban untuk memberikan suara menentang Beijing. Para korban pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok, juga berhak mengetahui bagaimana negara-negara demokrasi itu memberikan suara dalam pemungutan suara rahasia.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait