Trump Klaim Kehilangan 2,7 Juta Suara di Pemilu AS, Pejabat Federal Sigap Beri Bantahan
Dunia

Presiden ke-45 AS itu mengklaim kehilangan 2,7 juta suara yang menjadi penyebab kekalahannya di Pemilu 2020. Namun klaim ini langsung menuai banyak bantahan, salah satunya pemerintah pusat.

WowKeren - Lewat cuitannya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih terus menyuarakan ketidakpercayaan terhadap hasil Pemilihan Umum 2020. Kali ini Trump menyebut ada 2,7 juta suara untuknya yang sengaja dihapus.

Cuitan tendensius ini pun langsung mendapat beragam reaksi, salah satunya dari pejabat federal AS. Para pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan Pemilu di seluruh negeri ini mengaku tidak terima dengan klaim yang dilemparkan Trump soal dugaan adanya penipuan hasil pemungutan suara.

"Pemilu 3 November adalah yang paling aman dalam sejarah Amerika," tegas para pejabat itu secara kolektif, dilansir AFP, Jumat (13/11). "Tidak ada bukti bahwa sistem pemungutan suara menghapus atau kehilangan suara, mengubah suara, atau dengan cara apa pun dikompromikan."

"Meskipun kami tahu ada banyak klaim dan peluang yang tidak berdasar atas informasi yang salah tentang proses pemilihan," imbuh mereka. "Kami dapat meyakinkan Anda bahwa kami memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap keamanan dan integritas pemilihan kami, dan Anda juga harus demikian."


Pernyataan ini disampaikan oleh Dewan Koordinasi Pemerintah Infrastruktur Pemilu, sebuah kelompok payung publik-swasta yang berada di bawah naungan Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA). CISA sendiri merupakan badan federal yang bertanggung jawab atas keamanan Pemilihan Umum.

Penolakan atas klaim ini diteken oleh pejabat terkait, baik di tingkat pemerintah pusat maupun negara bagian. Dengan pernyataan resmi ini, maka klaim Trump soal 2,7 juta suara serta ratusan ribu vote yang disebut dialihkan ke sang rival, Joe Biden merupakan tuduhan tak berdasar.

Sebelumnya bantahan juga disampaikan oleh Juru Bicara Departemen Negara Bagian Pennsylvania. Menurut Jubir tersebut, tuduhan adanya kecurangan Pemilu yang tak berdasar dapat melukai demokrasi Negeri Paman Sam.

Selain itu, pihak Dominion Voting Systems, selaku penyedia perangkat lunak pemungutan suara, juga telah memberikan bantahan atas klaim Trump tersebut. "Kami menyangkal klaim soal pengalihan suara atau dugaan masalah pada perangkat lunak dalam sistem pemungutan suara kami," tegas pihak Dominion.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait