Trump Bawa AS Keluar dari Perjanjian Open Skies Jelang Lengser
Dunia

Open Skies disepakati segera setelah Perang Dingin berakhir. Perjanjian itu disepakati agar negara-negara anggota bisa saling memantau kegiatan militer masing-masing.

WowKeren - Amerika Serikat resmi keluar dari perjanjian pertahanan Open Skies pada Minggu (22/11) waktu setempat. Open Skies merupakan satu dari sekian perjanjian yang ditinggalkan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Momen keluarnya AS dari Perjanjian Open Skies ini berlangsung kurang lebih dua bulan menjelang Trump lengser dari Gedung Putih.

"Penarikan diri AS akan berlaku pada 22 November 2020 dan AS bukan lagi negara anggota dari Traktat Open Skies," demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri AS pada Minggu siang waktu setempat, sebagaimana dilansir dari CNN.

Open Skies disepakati segera setelah Perang Dingin berakhir. Perjanjian itu disepakati agar negara anggota bisa saling memantau kegiatan militer masing-masing demi menghindari rasa saling curiga terhadap aktivitas-aktivitas yang tidak menyenangkan. Perjanjian itu diteken pada 1992 oleh 35 anggota yang terdiri dari negara Amerika Utara serta Eropa, dan berlaku pada 2002.


Dengan perjanjian tersebut, negara anggota diizinkan menerbangkan pesawat pengintai tanpa senjata di atas wilayah negara anggota lainnya untuk memantau aktivitas militer.

Trump sendiri pada pada Mei lalu menganggap Rusia tidak menaati perjanjian itu, sehingga dia memutuskan menarik AS keluar dari traktat itu. Seperti yang diketahui, selama ini Rusia dan AS kerap menuduh satu sama lain telah melanggar perjanjian.

Selain Open Skies, Trump telah menarik AS dari beberapa perjanjian seperti keluar dari keanggotaan di Badan Kesehatan Dunia (WHO), perjanjian nuklir 2015, dan Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim.

Namun, terlepas dari keputusan Trump untuk menarik AS mundur dari sejumlah perjanjian, Presiden AS terpilih Joe Biden berjanji akan membawa Negeri Paman Sam bergabung kembali dengan sejumlah perjanjian penting di hari-hari pertamanya di Gedung Putih pada Januari 2021 mendatang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts