Gedung Putih Pastikan Trump Bakal Terima Vaksin COVID-19 dengan Persetujuan Tim Medis
Reuters
Dunia

Warga yang rentan adalah prioritas utama untuk menerima vaksin. Kondisi ini yang membuat Trump belum mendapatkan vaksin meski AS telah melakukan suntikan pertama pada awal pekan ini.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan siap menerima vaksin virus corona dan serius mendorong warga untuk melakukan hal yang sama. Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, menyatakan Trump akan menerima sendiri vaksin itu segera setelah tim medisnya menentukan yang terbaik.

Namun, McEnany menyebut presiden dari Partai Republik ini ingin menunjukkan bahwa warga Amerika yang rentan adalah prioritas utama untuk menerima vaksin. Kondisi ini yang membuat Trump belum kunjung mendapatkan suntikan vaksin meski AS telah melakukan suntikan pertama pada awal pekan ini.

Lebih lanjut, McEnany mengatakan beberapa staf keamanan nasional akan memiliki akses ke vaksin untuk memastikan keberlangsungan pemerintahan. Sekelompok kecil pejabat senior administrasi juga akan menerimanya segera untuk tujuan menanamkan kepercayaan publik.

Pekan lalu, otorisasi penggunaan darurat AS memberikan persetujuan untuk vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan mitra Jerman BioNTech SE diberikan kepada warga pada Senin (14/12). Bahkan, ratusan pusat distribusi tambahan dibuka pada Selasa untuk memberikan suntikan pertama pada petugas kesehatan.

Dosis awal vaksin telah dialokasikan untuk dokter, perawat, dan profesional medis lini depan lainnya, bersama dengan penghuni dan staf panti jompo. Pekerja penting lainnya, warga senior, dan individu dengan kondisi medis kronis akan menjadi kelompok berikutnya.


Vaksin lain, dari Moderna Inc, tampaknya akan ditetapkan oleh otorisasi peraturan pada pekan ini. Langkah baru ini terjadi setelah staf Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengesahkannya sebagai aman dan efektif dalam dokumen yang dirilis pada Selasa. Mirip dengan vaksin Pfizer, vaksin ini membutuhkan dua dosis dengan jarak beberapa pekan.

Di sisi lain, saat banyak negara mulai melakukan vaksinasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak setuju dengan aturan yang mewajibkan vaksin virus corona. Menurut badan naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu, meyakinkan masyarakat terkait manfaat vaksin jauh lebih efektif untuk menarik masyarakat agar mau divaksinasi dari pada mewajibkannya.

Meski WHO memberikan kebebasan seluruh negara dalam melaksanakan kampanye vaksinasi corona, badan kesehatan tersebut juga menganggap kalau memaksa orang untuk divaksin adalah cara yang kurang tepat untuk mempromosikan vaksinasi Covid-19.

WHO menganggap mewajibkan vaksinasi corona kepada setiap warga hanya akan menjadikan bumerang yang memicu warga semakin bersikap antipati terkait vaksin Covid-19.

Sementara itu, sejauh ini AS masih menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia dengan lebih dari 17 juta infeksi. Terdapat lebih dari 311 ribu pasien meninggal dan 10 juta lainnya dinyatakan sembuh. Saat ini, masih ada sekitar 6,8 juta kasus aktif Covid-19 yang masih terus ditangani.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait