Presiden Prancis Positif COVID-19, Sang Istri Hingga PM Spanyol Turut Isolasi Diri
Dunia

Presiden Prancis Emmanuel Macron dinyatakan positif terpapar virus corona (COVID-19) setelah menjalani tes. Elysée Palace menyatakan sang Presiden akan menjalani isolasi selama 7 hari.

WowKeren - Presiden Prancis Emmanuel Macron dinyatakan positif terpapar virus corona (COVID-19) usai sempat merasakan gejalanya. Macron disebut akan mengisolasi diri selama tujuh hari.

Melansir BBC, Macron akan tetap melaksanakan tugasnya sebagai Presiden di masa isolasi ini. Adapun Presiden Dewan Uni Eropa, Charles Michel, dan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, juga menjalani isolasi mandiri usai melakukan kontak dengan Macron pada Senin (14/12).

"Presiden telah didiagnosis positif COVID-19 pada hari ini," demikian kutipan pernyataan Elysée Palace pada Kamis (17/12) pagi. Macron disebut menjalani tes COVID-19 usai mengalami "gejala pertama".

Meski demikian, masih belum diketahui bagaimana Macron bisa tertular virus corona. Kantor Macron mengaku kini tengah mengidentifikasi siapa saja yang melakukan kontak dekat dengan sang Presiden dalam beberapa hari terakhir.


Sementara itu, Perdana Menteri Prancis Jean Castex dan Ketua Parlemen Richard Ferrand dikonfirmasi turut mengisolasi diri. Padahal, Castex sedianya akan memperkenalkan kebijakan vaksinasi COVID pemerintah di Senat pada Kamis hari ini. Tugas tersebut pun diambil alih oleh Menteri Kesehatan Olivier Véran.

Selain itu, istri Presiden Macron yang bernama Brigitte turut mengisolasi diri meski tidak mengalami gejala. Agenda Macron untuk berkunjung ke Lebanon pekan depan juga terpaksa dibatalkan.

Di sisi lain, Prancis melaporkan 17.615 kasus positif COVID-19 baru pada Rabu (16/12) kemarin, tertinggi sejak 21 November 2020 lalu. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Prancis kini telah melampaui angka 2,4 juta.

Selain itu, Prancis juga melaporkan 289 kasus kematian akibat COVID-19 pada Rabu kemarin. Sehingga total kematian akibat COVID-19 di Negara tersebut kini telah mencapai 59.361 kasus.

PM Castex sendiri sempat mengumumkan bahwa pelonggaran pembatasan akan ditunda karena angka infeksi COVID-19 meningkat. Diketahui, Macron sebelumnya telah menargetkan lockdown baru akan dihapus usai kasus COVID-19 berada di bawah angka 5.000 per hari. Namun jumlah kasus COVID-19 baru Prancis masih berada di atas angka tersebut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait