Demi menghadapi keadaan siaga dan naiknya angka kematian akibat virus corona (COVID-19), Pemerintah California telah membeli ribuan kantong jenazah dan memiliki puluhan lemari pendingin.
- Nidya Putri
- Jumat, 18 Desember 2020 - 13:19 WIB
WowKeren - Pemerintah California telah membeli ribuan kantong jenazah dan memiliki puluhan lemari pendingin guna menghadapi keadaan siaga dan bersiap menghadapi meningkatnya jumlah kematian akibat COVID-19. Tak hanya itu, mereka juga menyiapkan sekitar 5 ribu kantong jenazah dan 60 lemari pendingin.
Dikutip dari NBC News, Jumat (18/12), Gubernur California Gavin Newsom mengatakan peralatan tersebut disiapkan di kabupaten dan rumah sakit dengan angka kasus COVID-19 yang tinggi. Meskipun vaksin sudah mulai berdatangan, krisis masih jauh dari selesai, kata Newsom.
"Ada cahaya di ujung terowongan, tapi kami masih ada di dalam terowongan. Itu berarti kita mengalami momen paling mendesak sejak awal pandemi ini," katanya pada konferensi pers, Selasa (15/12) lalu.
Newsom mendesak orang-orang di seluruh negara bagian untuk memakai masker, menjaga jarak dari orang lain dan mengambil langkah lain untuk memperlambat penyebaran virus Corona. "Saya ingin mengingatkan orang-orang: Ini bukan flu, ini bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Ini adalah penyakit mematikan, pandemi mematikan dan kita berada di tengah-tengahnya sekarang," tambahnya.
Sebagian besar negara bagian berada di bawah perintah tinggal di rumah. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 di California naik dari sekitar 8.500 pada 1 Desember menjadi sekitar 14.200 pada Senin lalu. "Kapasitas unit perawatan intensif negara bagian rata-rata sekitar 5,7 persen di seluruh negara bagian," kata Newsom.
Kapasitas terendah ada di California Selatan dan San Joaquin Valley. Menurut data departemen kesehatan negara bagian, California mencatat lebih dari 21.000 kematian akibat COVID-19. Jumlah rata-rata kematian akibat penyakit di negara bagian itu 163 per hari pada Senin lalu.
Perkiraan ansambel nasional ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperkirakan jumlah kematian COVID-19 dapat melebihi 362.000 pada 2 Januari. Sedangkan menurut laporan NBC News, lebih dari 16,7 juta kasus kasus baru telah dilaporkan di Amerika Serikat pada Selasa malam, dan lebih dari 304.000 orang telah meninggal akibat COVID-19.
(wk/nidy)