Sandiaga Uno pernah dikabarkan sampai 6 kali menolak tawaran menjadi menteri. Lantas apa yang membuat Sandiaga kemudian berkenan menerima tawaran yang ketujuh?
- Elvariza Opita
- Rabu, 23 Desember 2020 - 16:00 WIB
WowKeren - Tanggung jawab sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) sudah dipindahkan dari Wishnutama kepada Sandiaga Uno. Mantan Calon Wakil Presiden 2019 itu pun resmi dilantik bersama 5 menteri baru lain dan 5 wakil menteri pada Rabu (23/12) hari ini.
Masuknya Sandiaga jelas menjadi sorotan publik luas, meski namanya sudah berkali-kali diisukan akan menjadi punggawa Presiden Joko Widodo. Namun kala itu Juru Bicara Sandiaga, Kawendra Lukistian, menyatakan bahwa sang mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah 6 kali menolak pinangan sebagai menteri.
"Kalau untuk nolak-nolak itu kan sudah 6 kali ditawarin," kata Kawendra, Selasa (15/12). "Kalau enggak mau lagi, 7 kali dia (menolak), rekor."
Lantas apa yang membuat Sandiaga kemudian berkenan menjadi menteri alih-alih "membuat rekor baru"? Rupanya keputusan Sandiaga ini tak lepas dari pandemi COVID-19 yang memang tengah begitu merajalela di Indonesia.
"COVID-19 ini adalah game changer. COVID-19 ini mengubah segalanya, terutama ketika 2 minggu terakhir saya bertafakur, tadabur, berkontemplasi, refleksi, bahwa kita semua akhirnya harus bersatu padu," kata Sandiaga di Istana Kepresidenan, Rabu (23/12).
Karena itulah Sandiaga mengajak masyarakat untuk menyingkirkan kepentingan pribadi dan mendorong kontribusi untuk negara. "Semua kita lakukan demi kepentingan bangsa dan negara. Dan jika negara memanggil pada saat inilah menurut saya tanggung jawab ada di pundak masing-masing dari kita," tuturnya, dilansir dari Detik News.
Pada kesempatan yang sama, Sandiaga rupanya juga sempat "tertipu" oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sebab dalam pesan singkatnya, Pratikno hanya berucap "Bismillah, Mas" yang dalam pandangan Sandiaga diartikan sebagai doa untuk kesembuhannya lantaran kala itu masih berstatus sebagai pasien COVID-19.
Tak disangka ternyata pesan singkat itu bermakna ganda, yakni juga merujuk pada rencana Jokowi menjadikannya sebagai menteri. Baru kabar itu kemudian dikonfirmasi ulang oleh Pratikno pada Senin (21/12) kemarin.
(wk/elva)