Adanya kasus mutasi virus corona (COVID-19) dan penerapan lockdown di Inggris membuat para warganya harus menunda perayaan Hari Natal yang biasanya ditunggu-tunggu.
- Nidya Putri
- Kamis, 24 Desember 2020 - 10:29 WIB
WowKeren - Inggris saat ini menghadapi ganasnya mutasi baru virus corona (COVID-19) yang menyebar dengan cepat. Lantas bagaimana perayaan Hari Natal bagi warga Inggris?
Jika biasanya perayaan Hari Natal sangat dinantikan oleh keluarga di Inggris. Kali ini, para penghuni panti werdha yang biasa merayakan Natal dengan makan bersama dan menerima kado harus menyimpan keinginan itu.
“Saya sudah sampaikan kepada penghuni panti tahun ini kita tidak merayakan Natal bersama,” ujar Michale De Boarde, Sekretaris Manaje rdi salah satu panti werdha di kota kecil Walton on Naze, Essex, Rabu (23/12). Panti yang biasanya mengadakan acara makan bersama pada malam Natal itu terpaksa meniadakan acaranya karena wabah corona.
Pemerintah Inggris kembali menerapkan lockdown yang dibagi dalam empat kategori atau yang disebut dengan “tier”. Kota London berada di tier empat yang sangat darurat.
Perayaan Natal bagi keluarga di Inggris merupakan tradisi. Setiap tahun seluruh keluarga besar berkumpul dan bersama menikmati hidangan bersama. Kalkun panggang serta kentang rebus dan kol mini yang dikenal dengan nama 'sprouts' dilumuri saus daging, menjadi hidangan utama yang biasa tersedia di meja keluarga Inggris.
Pesta perayaan Natal dilengkapi dengan "Christmas Crackers". Ini merupakan semacam kertas bulat panjang yang berisi aneka pertanyaan lucu, lengkap dengan hadiahnya yang juga topi harus dipakai selama makan bersama.
Hidangan makan siang ditutup dengan Christmas Pudding yang terdiri atas buah buahan plus brendi. Tak ketinggalan akan ada secangkir kopi di meja sambil mendengarkan pidato dari Ratu Inggris Elizabeth pada pukul tiga siang.
Bahkan para karyawan yang bekerja di London, menjelang Natal mengadakan acara Christmas Party dengan makan malan bersama di restoran ternama. “Saya sedih tidak bisa berkumpul dengan teman-teman kantor merayakan Natal seperti tahun-tahun lalu,” ujar Nancy Ferguson, bekerja di penerbitan buku kesehatan ternama di kota London.
Sayangnya, perayaan yang selalu ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat Inggris harus ditunda dulu. Pemerintah Inggris melarang berkumpul sekalipun di rumah sendiri lebih dari dua keluarga.
"Padahal tidak ada yang lebih dirindukan saat perayaan Natal selain momen berkumpul bersama seluruh keluarga juga tradisi bagi-bagi kado yang tidak cukup cuman satu setiap anak bahkan mendapatkan hadiah beberapa kado yang dibungkus dengan rapi dan ditaruh di bawah pohon Natal terletak di pojok rumah," kata Nancy.
(wk/nidy)