Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari setelah Amerika Serikat menuduh Rusia melakukan serangan siber besar-besaran terhadap lembaga pemerintah.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 25 Desember 2020 - 15:23 WIB
WowKeren - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin dan Moskow tidak berharap dari Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden. Dia bahkan menuduh anggota pemerintahan Biden di masa depan sebagai "Russophobia" atau phobia pada orang Rusia.
"Jelas, kami tidak mengharapkan sesuatu yang baik. Dan akan aneh mengharapkan hal-hal baik dari orang-orang ini, banyak dari mereka berkarier di Russophobia dan melemparkan lumpur ke negara saya," kata Ryabkov dalam pernyataannya di sebuah wawancara, sebagaimana dilansir dari CNN.
Wawancara itu dirilis beberapa hari setelah AS menuduh Rusia melakukan serangan siber besar-besaran terhadap lembaga pemerintah. Awal pekan ini, Biden mengatakan serangan itu tidak bisa untuk "tidak ditanggapi" dan dia berjanji untuk membalasnya setelah ia resmi menjabat pada 20 Januari mendatang.
Sementara itu, Ryabkov juga mengatakan bahwa Moskow harus beralih ke pendekatan "penahanan total" dalam hubungannya dengan Amerika Serikat dengan mempertahankan "dialog selektif" tentang topik-topik yang menarik bagi Rusia.
Ryabkov juga mengatakan bahwa Rusia tidak akan memulai kontak apa pun dengan staf transisi Biden dan tidak akan membuat "konsesi sepihak". Ia menilai jika AS terus menganggap Rusia sebagai "saingan strategis", maka Moskow juga akan memperlakukan mereka dengan cara yang sama.
Peringatan itu merujuk pada sanksi baru AS yang dijatuhkan awal pekan ini terhadap 45 organisasi Rusia atas koneksi militer mereka. "Kami berubah dari buruk menjadi lebih buruk. Ini sangat khas selama empat tahun terakhir dan sejauh ini tidak ada perasaan bahwa tren ini telah melampaui kegunaannya," kata Ryabkov.
(wk/luth)