Sementara itu, Jepang melarang masuk semua warga negara asing (WNA) non-penduduk mulai Senin (28/12) sebagai tindakan pencegahan terhadap varian baru COVID-19 tersebut.
- Bertilia Puteri
- Senin, 28 Desember 2020 - 12:28 WIB
WowKeren - Varian baru virus corona (COVID-19) yang awalnya ditemukan di Inggris membuat banyak negara merasa was-was. Varian baru COVID- 19 yang ditemukan di Inggris diberi nama VUI-202012/01 dan dilaporkan lebih menular hingga 70 persen.
Kasus varian baru COVID-19 ini rupanya sudah sampai ke Kanada dan Jepang. Pejabat kesehatan di Kanada melaporkan kasus varian baru COVID-19 ditemukan di pasangan yang berasal dari Ontario.
Padahal, pasangan tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan atau kontak dengan orang berisiko. Kini, pasangan tersebut telah diisolasi. Pemerintah setempat juga menyatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan jika vaksin yang disetujui oleh Health Canada akan kurang efektif terhadap varian baru tersebut.
Sementara itu, Jepang melarang masuk semua warga negara asing (WNA) non-penduduk sebagai tindakan pencegahan terhadap varian baru COVID-19 tersebut. Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan bahwa larangan masuk ini akan dimulai Senin (28/12) dan berlangsung hingga 31 Januari 2021.
Pekan lalu, Jepang melarang WNA non-penduduk dari Inggris dan Afrika Selatan usau mengonfirmasi tujuh kasus varian baru COVID-19. Lima orang dari Inggris dinyatakan positif di bandara, dan dua kasus lainnya ditemukan di Tokyo.
Selain itu, Jepang juga menangguhkan pengecualian karantina 14 hari bagi warga negaranya dan penduduk asing. Warga negara Jepang dan penduduk asing yang masuk ke Negeri Sakura wajib membawa hasil tes negatif COVID-19 maksimal 72 jam sebelum keberangkatan mereka. Setibanya di Jepang, mereka wajib mengisolasi diri selama dua pekan.
Sebagai informasi, sejumlah negara Eropa telah melaporkan kasus COVID-19 yang berkaitan dengan pendatang dari Inggris. Empat kasus varian baru COVID-19 dikonfirmasi di Madrid, Spanyol. Keempat pasien tersebut melakukan perjalanan dari Inggris.
Kemudian Swiss mengidentifikasi tiga kasus varian baru COVID-19. Dua orang di antaranya merupakan warga negara Inggris yang tiba dalam beberapa minggu terakhir. Sedangkan di Swedia, seorang pelancong yang kembali dari Inggris mengisolasi diri setelah didiagnosis dengan varian baru COVID-19.
Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) akan mewajibkan semua penumpang pesawat yang tiba dari Inggris untuk membawa hasil negatif COVID-19 dalam 72 jam usai keberangkatan mereka. Kebijakan ini dimulai sejak Senin dan berlaku untuk warga AS serta WNA.
"Persyaratan pengujian tambahan ini akan memperkuat perlindungan kami terhadap publik Amerika untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan mereka," demikian pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dilansir Fox News. "Dan memastikan perjalanan internasional yang bertanggung jawab."
(wk/Bert)