Ini Jawaban Kemenkes Apabila Ada OTG yang Tak Sengaja Diberi Vaksin COVID-19
Shutterstock/Komsan Loonprom
Health
Vaksin COVID-19

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjawab pertanyaan 'apakah berbahaya seorang OTG tanpa sengaja lolos proses skrining dan terlanjur mendapatkan suntikan vaksin?'.

WowKeren - Pemerintah saat ini tengah melaksanakan program vaksinasi COVID-19 tahap pertama dengan vaksin corona asal Tiongkok Sinovac. Pada tahap pertama ini, telah ditetapkan target sebanyak 1,48 juta tenaga kesehatan yang dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Februari 2021.

Beberapa tenaga kesehatan menggunggah pengalamannya saat mendapat suntikan vaksin Sinovac. Salah satunya seperti yang diunggah oleh Ferdiriva Hamzah di akun Twitter-nya @ferdiriva.

Dalam utasnya, Ferdiriva menjelaskan reaksi pada tubuh setelah mendapat suntikan vaksin. “Hari ke-2 setelah vaksinasi Sinovac: Pegal di daerah suntikan sudah hilang. Badan segar bugar tanpa keluhan apa-apa,” cuitnya di Twitter.

Unggahan tersebut kemudian mendapatkan komentar berupa pertanyaan dari warganet. Seperti pertanyaan seorang warganet terkait pemberian vaksin untuk orang tanpa gejala (OTG).

Dok mau tanya. Kan yg pernah terinfeksi covid blm bisa divaksin dulu, nah bagaimana dgn OTG yang sudah sembuh dan benar2 gak tau kalo dirinya pernah positif covid? Bisa aja dia beranggapan bahwa dia tdk pernah positif covid kemudian ikut divaksin. Ini mendadak kepikiran,” tanya akun @Tana_Nova.


Photo-INFO

Twitter

Menurut Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 disebutkan adanya poses skrining sebelum divaksinasi.

Penerima vaksin akan diperiksa riwayat kesehatan dan kondisi sebelum vaksinasi. Skrining ini berguna untuk mengurangi risiko reaksi berat yang terjadi setelah penyuntikan vaksin ke dalam tubuh. Apabila ada seorang berstatus OTG yang lolos proses skrining maka ia akan tetap diberikan vaksin.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa vaksinasi terhadap OTG tidak berbahaya. Hal ini dikarenakan antibodi dalam tubuh OTG belum optimal ketika menghadapi virus corona.

Maka pemberian vaksin meminimalkan risiko penularan. “Tidak berbahaya karena sebenarnya antibodi pada OTG mungkin belum optimal," katanya.

Selain itu, Nadia juga menjelaskan semakin banyak orang yang mendapat suntikan vaksin, maka kekebalan kelompok akan semakin cepat terbentuk. "Kalau konsep vaksinasi, makin banyak yang mendapat vaksin tentunya meminimalkan risiko. Maka herd imunity cepat terjadi,” tuturnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts