Buntut Panjang Tudingan Kecurangan Pilpres AS, Pengacara Trump Digugat Rp18 Triliun
Dunia
Pilpres AS 2020

Rudy Giuliani digugat senilai USD1,3 miliar oleh perusahaan penghitung suara Pilpres AS 2020, Dominion, karena dianggap sudah mencemarkan nama baik lewat tudingan kecurangan.

WowKeren - Kubu Presiden ke-45 Amerika Serikat Donald Trump berkali-kali menuding Pemilihan Presiden 2020 berlangsung curang. Namun hingga kini tudingan itu tak terbukti, bahkan Joe Biden sudah ditetapkan sebagai Presiden ke-46 AS serta telah memulai masa jabatannya.

Namun siapa yang mengira tudingan kecurangan itu malah berbuntut panjang dan berujung pada gugatan bernilai tinggi. Perusahaan teknologi yang menangani penghitungan suara Pilpres AS 2020, Dominion Voting Systems Inc., menggugat pengacara Trump, Rudy Giuliani senilai USD1,3 miliar atau setara Rp18 triliun.

Dalam gugatannya, pihak Dominion menyebut Giuliani sudah melakukan pencemaran nama baik. Pasalnya, menurut Dominion, Giuliani sudah berbohong soal kecurangan Pilpres terutama terkait manipulasi penghitungan suara.

"Dia dan sekutunya membuat dan menyebarkan kebohongan besar yang diduga menjadi viral," tutur Dominion dalam dokumen tertulis di pengadilan, dikutip dari Reuters, Selasa (26/1). "Dan menipu jutaan orang agar percaya bahwa Dominion telah mencuri (suara) mereka, memberikan suara, dan mengatur Pilpres."


Gugatan ini pun, imbuh Dominion, dalam rangka meluruskan dan membela perusahaan, karyawan, serta proses Pilpres AS. Sebab demi keamanan Pilpres AS kemarin, Dominion sampai menghabiskan USD565 ribu demi menyewa jasa keamanan guna melindungi karyawan dari ancaman penganiayaan dan pembunuhan.

Gugatan terhadap Giuliani bukan satu-satunya yang dilayangkan Dominion menyikapi Pilpres AS kemarin. Dominion sebelumnya juga menggugat pengacara pro-Trump, Sidney Powell, dengan tuduhan menyebarkan teori konspirasi soal kecurangan Pilpres.

Seorang staf senior Dominion, Eric Coomer, juga menggugat tim kampanye Trump tas tuduhan pencemaran nama baik. Bukan hanya itu, dia terpaksa bersembunyi karena mendapat ancaman pembunuhan dari pendukung Trump.

Kendati demikian, Giuliani malah balik menuding Dominion tengah berusaha mengintimidasi orang lain agar tak bisa menggunakan kebebasan mereka dalam berpendapat. Malah Giuliani mengancam akan memeriksa Dominion demi membongkar cela mereka.

"Gugatan pencemaran nama baik Dominion sebesar USD1,3 miliar memungkinkan saya untuk menyelidiki sejarah, keuangan, serta praktik mereka secara lengkap," tegas Giuliani. Ia pun mengancam akan mengajukan gugatan balik karena merasa haknya dilanggar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts