Marco Panari diduga mengkonsumsi cukup banyak minuman beralkohol sebelum dinyatakan meninggal dunia. Pernyataan ini disampaikan oleh saksi yang adalah teman-teman Marco Panari.
- Marina Larasati
- Jumat, 05 Februari 2021 - 09:53 WIB
WowKeren - Kepergian Marco Panari untuk selama-lamanya tentu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Angela Gilsha, sang kakak, merasa sangat kehilangan adik satu-satunya itu. Angela bahkan mengaku masih tak percaya jika adik tersayangnya pergi begitu cepat.
Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian Marco Panari yang begitu mendadak. Saat awak media menanyakan terkait hasil pemeriksaan saksi, Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Ghozali Luhulima mengungkap fakta baru. Berdasarkan keterangan saksi, sebelum meniggal Marco disebut mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah cukup banyak.
Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Ghozali Luhulima pun menjelaskan kronologi kejadian berdasar pemeriksaan dari saksi yang adalah teman Marco Panari. Semua bermula dari ajakan teman perempuan untuk minum-minum di sebuah apartemen kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/1) sore.
"Hari Jumat itu ditelepon temannya yang perempuan. Kemudian suruh ke apartemen di lantai empat. Habis dia sampai di apartemen jam 19.30, minumlah (Marco dengan) tiga orang perempuan semua," ungkap Ghozali Luhulima lewat sambungan telepon, dilansir dari Kapanlagi.com, Jumat (5/2).
"Setelah minum sampai jam duaan pagi, karena teman satu lagi datang, mereka pindah ke apartemen yang di Jakarta Selatan, lalu kembali lagi ke apartemen di lantai empat," lanjutnya.
Setelah berada di apartemen kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Marco Panari kembali meminum alkohol. Diakui teman-temannya, Marco sempat diingatkan untuk tidak minum lagi. Menurut teman-temannya, Marco sudah cukup banyak minum.
"Setelah ke situ lagi (apartemen lantai empat), minum lagi, tapi sudah dilarang sama temannya, habis itu pesan makan dan teman-teman yang perempuan itu tidur," jelas Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Ghozali Luhulima. "Kemudian sekitar jam 11 (siang) mereka sudah bangun, si yang korban ini masih tidur, masih mabuk tuh."
Setelah hendak dibangunkan, teman-teman Marco panik lantaran pria 23 tahun itu tidak memberikan reaksi. Teman-teman Marco mengira jika Marco pingsan. Mereka juga mengaku sempat berusaha membawa almarhum ke rumah sakit.
"(Saat teman perempuan berniat pulang) kemudian temannya itu suruh temannya satu lagi suruh dicek gitu. Setelah dicek (Marco) dalam keadaan tidak sadarkan diri," tandas Ghozali Luhulima. "Kemudian mereka usaha bawa ke rumah sakit. Temannya yang perempuan telepon ibunya bahwa korban dalam keadaan pingsan."
(wk/lara)