Donald Trump Dilarang Bikin Akun Twitter Lagi Meski Kembali Ikut Pilpres AS
Reuters
Dunia

Pernyataan CFO Twitter, Ned Segal, ini disampaikan di tengah persidangan pemakzulan Trump di Kongres. Apabila nantinya Trump dibebaskan, maka ia boleh kembali maju dalam Pilpres atau pemilihan lainnya.

WowKeren - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak akan diizinkan untuk kembali membuka akun Twitter meski nantinya ia kembali ikut Pilpres dan memenanginya. Menurut Chief Financial Officer (CFO) Twitter, Ned Segal, larangan untuk Trump di platform media sosial tersebut bersifat permanen.

"Cara kerja kebijakan kami, saat Anda dihapus dari platform, (maka) Anda dihapus dari platform," terang Sigal dilansir CNN pada Kamis (11/2). "Tak peduli apakah Anda seorang komentator, CFO, atau mantan pejabat publik. Ingat, kebijakan kami dirancang untuk memastikan bahwa orang-orang tidak menghasut kekerasan, dan jika ada yang melakukan itu, kami harus menghapus mereka dari layanan dan kebijakan kami tidak mengizinkan orang untuk kembali."

Pernyataan Segal ini disampaikan di tengah persidangan pemakzulan Trump di Kongres. Apabila nantinya Trump dibebaskan, maka ia boleh kembali maju dalam Pilpres atau pemilihan lainnya.


Sebelumnya, Twitter mengambil langkah tegas dengan memblokir akun milik Trump usai sejumlah pendukungnya menyerbu Capitol AS bulan lalu. Pada saat itu, Twitter mengatakan secara permanen menangguhkan akun Trump "karena risiko hasutan kekerasan lebih lanjut."

Keputusan Twitter untuk memblokir Trump tersebut juga dilakukan oleh sejumlah perusahaan teknologi lain. Facebook misalnya, melarang Trump membuat unggahan hingga batas waktu yang tak ditentukan. Sedangkan YouTube juga mulai memberikan peringatan ke kanal milik Trump.

Di sisi lain, Trump sendiri disebut merasa lebih bahagia setelah ia tidak lagi aktif di media sosial. Hal ini disampaikan oleh ajudan terpercaya sekaligus mantan manajer kampanye Trump, Jason Miller. Menurut Miller, Melania Trump juga turut senang dengan perkembangan suaminya tersebut.

"Dia (Trump) mengatakan bahwa tidak berada di media sosial, dan tidak berada di ruang gaung kebencian yang terlalu sering terjadi di media sosial, sebenarnya bagus," ungkap Miller dilansir The Independent pada Selasa (9/2). "Itu juga didukung oleh ibu negara. Dia (Melania) mengatakan dia menyukainya, bahwa dia (Trump) jauh lebih bahagia dan lebih menikmati dirinya sendiri."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts