Salahkan Donald Trump Soal Program Vaksinasi Corona, Joe Biden: Dia Tak Lakukan Pekerjaannya
Dunia
Vaksin COVID-19

Menurut Biden, Trump tidak memesan cukup banyak vaksin corona untuk warga AS. Selain itu, Trump juga dinilai tidak cukup berusaha untuk membuat orang-orang mau divaksinasi.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengungkapkan bahwa program vaksinasi virus corona (COVID-19) yang diwariskan oleh pendahulunya, Donald Trump, rupanya jauh lebih buruk dari yang ia perkirakan. Biden meminta masyarakat AS untuk sabar dan mengumumkan bahwa pemerintah telah membeli tambahan vaksin sebanyak 200 juta dosis.

"Kami tidak akan bisa memperbaiki semuanya untuk sementara waktu," tutur Biden di Maryland dilansir Reuters, Kamis (11/2). "Tetapi kami akan memperbaikinya."

Menurut Biden, Trump tidak memesan cukup banyak vaksin corona untuk warga AS. Selain itu, Trump juga dinilai tidak cukup berupaya dalam membuat orang-orang mau divaksinasi.

Biden menyatakan bahwa tim transisinya telah "ditipu" terkait pasokan vaksin corona. Hal ini membuat Biden harus menghadapi masalah serius kurang dari sebulan setelah mengambil alih kekuasaan dari Trump.


"Saat para ilmuwan melakukan tugasnya untuk menemukan vaksin dalam waktu singkat, pendahulu saya (Trump) - saya akan sangat blak-blakan - tidak melakukan tugasnya dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan besar vaksinasi ratusan juta warga," tegas Biden.

Lebih lanjut, Biden memperkirakan angka kematian akibat COVID-19 di Negeri Paman Sam akan menembus 500 ribu bulan depan. Oleh sebab itu, Presiden AS ke-46 tersebut mendesak warganya untuk disiplin mengenakan masker demi mencegah penularan.

"Kini kami telah membeli cukup vaksin untuk memvaksinasi seluruh warga Amerika," terang Biden. Pemerintah AS disebut telah meneken kontrak dengan Moderna untuk mendapatkan 100 juta dosis vaksin corona, dan mengkontrak Pfizer untuk menyediakan 100 juta dosis vaksin tambahan demi mencapai target tersebut.

Di sisi lain, Brian Morgenstern selaku mantan pejabat Gedung Putih yang terlibat dalam upaya penanganan COVID-19 menyatakan bahwa program Operation Warp Speed di era Trump telah mempersiapkan rencana vaksinasi corona jauh-jauh hari. Program ini juga disebutnya dibantu oleh banyak pejabat yang kini masih bertugas di pemerintahan.

"Itu sebabnya target pemerintahan baru (Biden) telah terlampaui bahkan sebelum mereka menjabat," kata Morgenstern. "Sudah cukup kebohongan, alasan, dan tembakan pot politiknya. Kini waktunya memimpin."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts