Hanung Bramantyo Ratapi Nasib Suram Industri Film Selama Pandemi: Mau Minta Tolong Siapa?
Instagram/hanungbramantyo
Film

Hanung Bramantyo membagikan keluh kesahnya soal keadaan pandemi Covid-19 yang tak kunjung membaik. Pasalnya kondisi pandemi berpengaruh besar pada industri film Tanah Air.

WowKeren - Hanung Bramantyo jadi salah satu sineas perfilman Indonesia yang merasakan betul dampak masif pandemi Covid-19 bagi industri layar lebar. Hanung bahkan menyebut bahwa nasib film bioskop bakal semakin suram jika pandemi Covid-19 masih terus berlanjut. Perputaran uang triliunan rupiah di industri perfilman pun terancam macet.

"MENATAP MONITOR, MELIHAT MASA DEPAN FILM BIOSKOP YANG MAKIN SURAM. Ada 3,4 Triliun Rupiah perputaran uang di Produksi dan Distribusi Film, 1,2 triliun sewa Mall, 1,1 T gaji pegawai, 1,5 T pajak langsung, 900M suplier F&B, 800M Air dan Listrik, 400M kebersihan dan Keamanan. Saat ini, seluruh perputaran itu turun hampir menyentuh 90 persen. Sampai hari ini, penonton bioskop hanya mencapai 500 ribu. Itupun diraih film Wonder Woman98. Film Indonesia terbanyak penontonnya saat ini Asih 2 dg capaian 240 ribu penonton. Padahal potensinya 2 juta ( Asih 1 ). Hanya 15% capaiannya," tulis Hanung, Kamis (25/2).

"Mau ngajak orang nonton di bioskop, dituduh cari penyakit. Mau nglarang orang nonton bajakan, ee dianya malah balik Nyolot. Setiap bangun subuh, kaki ini berat banget menuju lokasi. Selalu dibebani pertanyaan, siapa yang akan nonton film kami kalo tayang di bioskop?" sambungnya.


Hanung pun merasa semua pilihan jadi serba salah. Suami Zaskia Adya Mecca itu juga mengaku bingung harus meminta tolong pada siapa.

"Mau minta tolong ke siapa? Pemerintah? Ntar malah dijawab : ntar yee, urus vaksin aja blom beres. Masalah Banjir juga blon kelar. Tuh di Papua udah mulai ngajak merdeka tuh. Udah deh, Nonton film di Hp aja dulu. Ato cari hiburan lainnya. Main catur gitu? Sabar yee??" ungkapnya.

"GAK ADA tempat lain buat minta pertolongan selain diri kita sendiri. Trus gimana caranya biar kita tetep bisa bikin film? Gini deh, Penonton film Nas kan cuma 230 ribu. Harga tiket 35 ribu. Hasilnya dibagi 20% pajak, 40% bioskop dan 40% pemilik film. Total yang diterima producer : Rp. 3,2M. Kalo mau untung, bikin film dg bujet 2,5M aja. Bisa gak? Ya harus bisa. Trus crewnya gimana? Pemainnya gimana? Yaa cari sambil terus berdoa, biar ada crew dan pemain2 bintang yang mau dibayar murah," pungkasnya.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts