Australia Alami Banjir '100 Tahun Sekali', Ribuan Warga Dievakuasi
Unsplash/Mika Baumeister
Dunia

Hujan lebat yang telah mengguyur sejak beberapa hari terakhir juga membuat pemerintah Australia mengumumkan bencana alam di sebagian besar wilayah negara bagian New South Wales.

WowKeren - Hujan deras kembali melanda tenggara Australia pada Senin (22/3) dan memperburuk banjir yang disebut terjadi "100 tahun sekali". Bencana alam ini membuat ribuan warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka, serta ratusan sekolah juga harus ditutup.

Hujan lebat tersebut juga membuat pemerintah Australia mengumumkan bencana alam di sebagian besar wilayah New South Wales (NSW). Hujan memang telah mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (18/3) pekan lalu, namun beberapa bagian pantai timur mengalami krisis pada Sabtu (20/3) karena bendungan besar meluap hingga menambah tingkat keparahan banjir.

Menteri Layanan Darurat NSW, David Elliott, menyatakan masih belum ada kasus kematian yang dilaporkan akibat banjir tersebut. "Kami tidak bisa cukup mengatakannya: jangan menempatkan diri Anda dalam bahaya, jangan membuat lembaga yang ada di sana untuk membantu Anda jika terjadi penyelamatan banjir berada dalam bahaya," ujar Elliott dalam konferensi pers pada Minggu (21/3).

Penduduk di daerah Pitt Town Bottoms, Cornwallis dan North Richmond di sebelah barat Sydney diberitahu untuk mengungsi pada Minggu dini hari saat Sungai Hawkesbury mulai banjir. Perdana Menteri NSW, Gladys Berejiklian, mengatakan bahwa banjir Lembah Hawkesbury Nepean dapat memicu tambahan 4 ribu evakuasi pada akhir Minggu.


Berejiklian juga mengungkapkan bahwa beberapa keluarga terpaksa mengungsi di tengah malam ketika sungai naik ke tingkat yang berbahaya. Adapun pengaturan bencana alam pemerintah federal telah diaktifkan untuk NSW, mulai dari Central Coast hingga Tenterfield.

Menurutnya, ini merupakan peristiwa 100 tahun sekali di beberapa wilayah negara bagian yang terdampak lebih parah seperti Port Macquarie dan Taree. Sedangkan di wilayah lain seperti Hawkesbury, ini disebut Berejiklian sebagai fenomena "50 tahun sekali".

"Ini tidak seperti yang pernah kita lihat sejak 1960-an," kata Berejiklian. "Kami membayangkan peristiwa 50 tahun sekali, kemarin kami berharap itu hanya akan menjadi fenomena 20 tahun sekali."

Warga Bellinger di pesisir utara tengah NSW serta orang-orang di taman wisata disarankan untuk mengungsi karena adanya risiko banjir di sepanjang sungai Bellinger. Adapun pusat evakuasi telah didirikan di Richmond dan Bellingen, ditambah beberapa lainnya dibuka di pantai utara tengah dan wilayah Hunter.

Hujan deras diperkirakan akan terus turun hingga Rabu (24/3) pagi. Oleh sebab itu, orang-orang di seluruh negara bagian bersiaga tinggi untuk banjir yang meningkat.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait