Menteri Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menekankan jika langkah kali ini bukan berarti Rusia bersifat agresif namun hanya sebagai bentuk respons untuk perlindungan diri.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 27 April 2021 - 08:45 WIB
WowKeren - Rusia telah mengambil langkah untuk membuat daftar negara-negara yang dianggap tidak bersahabat. Menteri Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menekankan bahwa keputusan presiden adalah tindakan pembalasan terhadap langkah-langkah permusuhan yang dilakukan oleh negara lain.
Kepada kanal TV Rossiya-1, Maria mengatakan bahwa negara-negara tersebut telah membuat deklarasi jika mereka tak bisa mempekerjakan orang Rusia sebagai staf diplomat maupun misi konsuler.
"Seperti yang Anda ketahui, kemarin keputusan Presiden (Vladimir Putin) diterbitkan, yang berisi sejumlah langkah untuk memenuhi undang-undang federal yang sudah ada," kata Maria. "Di mana negara-negara itu, yang dinyatakan tidak ramah, tidak dapat mempekerjakan warga Rusia sebagai staf mereka dalam misi diplomatik maupun konsuler."
Ia menyatakan daftar itu kini tengah disusun. Lebih jauh, Maria menyatakan bahwa langkah Rusia yang satu ini berpangkal dari langkah Amerika Serikat yang dianggap tidak bersahabat. Dan tentu saja hal ini membuat Rusia menempatkan AS dalam daftar tersebut.
"Mana saja negara-negara yang tidak bersahabat ini? Daftarnya sedang dibuat sekarang," tegas Maria. "Seperti yang kita pahami, keseluruhan cerita dimulai dengan sejumlah langkah AS yang tidak ramah. Seperti yang Anda pahami dan saya dapat mengonfirmasi ini, tentu saja AS ada dalam daftar ini."
Sementara itu mengenai detail negara-negara lainnya akan diinformasikan lebih lanjut. "Anda akan mengetahui tentang negara bagian lain segera setelah keputusan pemerintah diterbitkan dan daftar masing-masing muncul," katanya.
Maria memastikan jika kebijakan luar negeri Rusia selalu menekankan pada perdamaian. Namun sayangnya, negara-negara lain sepertinya tidak sejalan dengan yang diharapkan Rusia. Ia menekankan jika langkah kali ini bukan berarti Rusia bersifat agresif namun hanya sebagai bentuk respons untuk perlindungan diri.
"Ini bukanlah langkah agresif, ini adalah respons dan perlindungan negara kita dari tindakan permusuhan dan tidak ramah yang mereka lakukan," tegasnya. "Yang sibuk dengan kita, dan mereka yang entah bagaimana berusaha menghentikan pembangunan kita melalui kebijakan penahanan dan upaya isolasi."
(wk/zodi)