Kecelakaan yang terjadi pada 26 April 1986 di Chernobyl memberi dampak kerusakan yang sangat besar dan berubah menjadi bencana nuklir terbesar dalam sejarah dunia.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 27 April 2021 - 15:15 WIB
WowKeren - Mendengar kata Chernobyl, pada sebagian orang akan terlintas bayangan mengenai pembangkit listrik tenaga nuklir tak berpenghuni yang terbengkalai dengan puing-puing bangunan. Tentu saja, pemandangan semacam ini bukan seperti yang pada umumnya dikaitkan dengan situs Warisan Dunia UNESCO.
Namun itulah yang diinginkan oleh Ukraina. Ukraina berharap bahwa langkah itu bisa menarik lebih banyak wisatawan ke sana. Pemerintah setempat telah memulai proses yang memungkinkan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memasukkan Chernobyl ke dalam daftar Warisan Dunia.
"Kami percaya bahwa menempatkan Chernobyl dalam daftar warisan UNESCO adalah langkah pertama dan penting," kata Menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko kepada Reuters. "Untuk menjadikan tempat yang hebat ini sebagai tujuan unik yang menarik bagi seluruh umat manusia."
Ia melanjutkan bahwa langkah memasukkan Chernobyl ke daftar Warisan Dunia tak semata-mata sebagai tujuan untuk memperingati bencana namun juga untuk melestarikan nilai sejarah. "Pentingnya zona Chernobyl terletak jauh di luar perbatasan Ukraina. Ini bukan hanya tentang peringatan, tetapi juga sejarah dan hak-hak rakyat," tambah Oleksandr.
35 tahun lalu pada tanggal 26 April, sebuah reaktor di pabrik, yang terletak sekitar 108 km (67 mil) di utara ibu kota Kyiv, meledak dalam uji keamanan yang gagal dilakukan. Kecelakaan yang terjadi pada tahun 1986 ini kemudian berubah menjadi bencana nuklir terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah dunia.
Pasalnya, dampak kerusakan tak hanya dialami oleh wilayah sekitar Ukraina. Angin radiasi juga menyebar ke sebagian besar wilayah Eropa yang memaksa puluhan ribu orang untuk mengungsi mencari keselamatan.
Radiasi yang sangat kuat di sekitar tempat kejadian turut memakan korban. Sebanyak 31 pekerja pabrik dan petugas pemadam kebakaran tewas tak lama setelah bencana, sebagian besar karena penyakit radiasi akut.
Tak cukup sampai di situ, dampak radiasi yang menyebar juga menyebabkan ribuan orang meninggal karena penyakit radiasi seperti kanker. Kendati demikian, jumlah pasti dari korban juga masih menjadi perdebatan hingga kini.
(wk/zodi)