Sedikitnya 44 orang tewas dalam acara festival keagamaan Lag B'Omer yang berlangsung di kaki Gunung Meron di timur laut Israel pada Kamis (29/4) malam waktu setempat.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 30 April 2021 - 14:49 WIB
WowKeren - Puluhan ribu orang, kebanyakan Yahudi ultra-Ortodoks berziarah ke Meron setiap tahun untuk perayaan Lag B'Omer. Acara ini dilakukan untuk menghormati Rabbi Shimon Bar Yochai, seorang bijak dan mistik abad ke-2 yang dimakamkan di sana. Orang-orang biasanya menyalakan api unggun, berdoa dan menari sebagai bagian dari perayaan. Namun siapa sangka jika tradisi tahun ini berujung maut.
Sedikitnya 44 orang tewas dalam acara festival keagamaan Lag B'Omer yang berlangsung di kaki Gunung Meron di timur laut Israel pada Kamis (29/4) malam waktu setempat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkannya sebagai "bencana besar" dan mengatakan dia berdoa untuk korban jiwa.
Melansir BBC, puluhan ambulans dikerahkan ke tempat kejadian dan sejumlah mayat diletakkan di tanah. Sebanyak 38 orang dilaporkan dalam kondisi kritis di lokasi tersebut.
Laporan awal menunjukkan struktur di situs itu runtuh, tetapi pejabat layanan darurat nasional Magen David Adom (MDA) mengatakan kondisi itu terjadi lantaran serbuan dari ramainya pengunjung. Kepada Haaretz, polisi mengatakan bahwa insiden itu bermula ketika beberapa orang peserta tergelincir di beberapa anak tangga, menyebabkan puluhan lainnya ikut terjatuh.
"Itu terjadi dalam sepersekian detik," ujarnya. "Orang-orang jatuh, saling menginjak-injak. Itu bencana."
"Tidak ada yang membayangkan bahwa ini bisa terjadi di sini," kata seorang peziarah kepada Channel 12 TV. "Sukacita menjadi dukacita, cahaya yang besar menjadi kegelapan yang pekat."
Seorang saksi mengatakan kepada Army Radio bahwa "massa didorong ke sudut yang sama dan terbentuklah pusaran". Dia mengatakan, di baris pertama orang mulai berjatuhan, dan kemudian baris kedua, tempat dia berdiri, juga mulai ikut jatuh. "Saya merasa seperti akan mati," katanya.
Sebelumnya pada hari itu para pejabat mengatakan mereka tidak dapat memberlakukan pembatasan virus korona di situs tersebut karena terlalu banyaknya orang. Menurut Times of Israel, penyelenggara memperkirakan 100.000 orang tiba pada Kamis malam, dan lebih banyak lagi akan tiba pada hari Jumat. Perayaan tahun lalu dibatasi, tetapi program vaksinasi Israel yang berhasil telah memungkinkannya untuk mencabut banyak pembatasan dalam beberapa bulan terakhir.
(wk/zodi)