Alasan Anies Baswedan Murka Hingga Kumpulkan Anak Buah di Lapangan Balai Kota DKI
Instagram/aniesbaswedan
Nasional

Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) DKI Jakarta dikumpulkan Gubernur Anies Baswedan di lapangan Balai Kota DKI pada Senin (10/5) hari ini. Anies rupanya merasa kesal karena alasan berikut ini.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan marah hingga mengumpulkan para anak buahnya di lapangan Balai Kota DKI pada Senin (10/5). Para pegawai yang dikumpulkan oleh Anies adalah mereka yang tak mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan pratama atau Eselon 2.

Anies menyinggung soal adanya instruksi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI soal pendaftaran seleksi terbuka tersebut. Menurut Anies, dalam catatan administrasi diketahui ada 239 ASN yang memenuhi syarat untuk mengkuti seleksi terbuka tersebut, namun mereka tidak mendaftarkan diri.

"Ada 239 pejabat administrator yang memenuhi persyaratan tetapi tidak mendaftar seleksi terbuka," tutur Anies. "Di tempat ini kita berkumpul bersama, saya ingin menegaskan kepada semua, ini bukan sekadar Eselon 3, Eselon 2, dan Eselon 4, bukan. Ini soal organisasi kita Pemprov DKI harus bisa berjalan dengan kedisiplinan."


Lebih lanjut, Anies menyatakan bahwa instruksi yang tidak dilaksanakan ini memalukan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut menegaskan bahwa setiap instruksi harus dilaksanakan tanpa terkecuali.

"Malu sesungguhnya kita, saya ingin sampaikan, malu sesungguhnya, malu kenapa ada instruksi tak dilaksanakan. Siang hari ini pesan untuk semua bahwa setiap ada instruksi harus dilaksanakan," tegas Anies. "Bukan dilewatkan, yang berkumpul di sini yang melewatkan, beruntung bapak-ibu pakai masker, tak terlihat wajahnya, coba kalau difoto bapak-ibu wajah bapak-ibu terekam sebagai pribadi yang tak jalankan instruksi."

Menurut Anies, para ASN harus memahami instruksi yang diberikan. Oleh sebab itu, Anies meminta inspektorat untuk membuat daftar para ASN yang bekerja tanpa memperhatikan instruksi dan mengingatkan pentingnya budaya disiplin.

"Hari ini saya ingatkan kita berada dalam organisasi, dan organisasi ini punya tata cara dan organisasi ini bekerja mengikuti prosedur dan semua perintah dipahami, dilaksanakan, dilaporkan. Pahami laksanakan dengan baik, laporkan, tapi tak boleh instruksi diabaikan," paparnya. "Kalau instruksi diabaikan sekali, dua kali, tiga kali, itu jadi kebiasaan mengabaikan instruksi, jadi budaya mengabaikan instruksi. Bila instruksi dilaksanakan, maka budayanya disiplin melaksanakan instruksi. Perhatikan, camkan, laksanakan semua instruksi dengan baik, laporkan pelaksanaannya dengan baik, tolong dicamkan jadi pelajaran dan jangan diulang."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts