Sosok mualaf cantik Larissa Chou dikenal selalu bersikap positif dalam menghadapi cobaan hidup. Ia tetap sabar saat menghadapi kecaman banyak pihak diawal-awal memutuskan masuk Islam hingga berhijab.
- Ria Susilo Wardhani
- Jumat, 21 Mei 2021 - 14:30 WIB
WowKeren - Larissa Chou sudah mantap menggugat cerai sang suami, Muhammad Alvin Faiz, ke Pengadilan Agama Cibinong. Larissa ternyata telah mempertimbangkan masak-masak sebelum resmi mengajukan gugatan.
"Sebelum mengambil keputusan ini aku sudah melewati banyak sekali proses yang tidak orang lihat..banyak hal yang aku lalui dan hadapi sendiri tanpa bercerita ke siapapun...maju mundur pun sudah dilewati," kata Larissa dalam pesan haru yang ia unggah pada hari ini, Jumat (21/5). "Sampai akhirnya inilah yang terbaik...dengan segala pertimbangan yang sudah aku pikirkan dengan matang..."
Larissa tak gentar menghadapi ujian hidupnya dan siap melangkah tanpa Alvin. Ia pun ikhlas jika harus menyandang status sebagai single mom.
"Allah selalu punya rencana.... lain. Hey rissa Tak apa pernah menjadi anak broken home Tak apa sekarang akan menjadi single mom. Tak apa bahwa cerita cinta tidak selalu happy Ending," ujar Larissa. "Kami akan selalu saling mendukung satu sama lain Aku sudah memaafkan...Terima kasih untuk semuanya @alvin_411."
Sementara itu, sosok Larissa memang dikenal sebagai perempuan yang tangguh. Dibesarkan sebagai keturunan Tionghoa, Larissa pun pernah merasakan jadi korban rasis sejak masih kecil hingga setelah menjadi mualaf.
Dikisahkan oleh Larissa dalam buku berjudul "Rissa", keluarganya pernah jadi korban saat pecah kerusuhan 1998. Karena itu, keluarga Larissa sempat khawatir ketika wanita asal Cirebon itu ingin mendalami Islam.
"Dulu di keluarga aku bukannya melarang, cuma ada trauma karena keluarga korban 1998. Di mana rumah dan toko hancur," seru Larissa alias Rissa. "Mereka berpikir, 'Kok orang Chinese diginikan sekali'. Mereka berpikir orang Indonesia semua muslim. Cuma lama-lama trauma itu hilang."
Meski begitu, pihak keluarga menentang saat Larissa ingin masuk Islam dan berhijab. "Pilihan hidup gadis Tionghoa memilih masuk Islam dan berhijab jelas ditentang keluarga. Mana ada keluarga yang mau anaknya pindah agama," katanya.
Namun dibantu oleh Alvin, menantu Ustaz Arifin Ilham itu tetap konsisten mendalami Islam hingga jadi mualaf. Sayangnya ia justru kembali jadi korban rasis akibat memilih hijrah tersebut.
"Saya sudah berjuang memilih Islam bukan karena disuruh orang. Tidak mikir kemana-mana. Allah sendiri yang sudah memilih," tegasnya. "Rasisme yang pernah aku terima, dari orang non Chinese: 'Kok mantu ulama orang China, yaelah menang wajah oriental doang dan putih makannya terkenal, mualaf demi laki-laki ye, karena Chinese doang nih dipilih jadi bini buat keturunan'. Dari sesama Chinese: 'Bego banget sih masuk Islam, gak cocok pakai jilbab,padahal masih banyak cowok Chinese kenapa pilih sama anak Kyai'."
Namun wanita yang dulu menikahi Alvin dan mendapat restu dari Ustaz Arifin Ilham tersebut tetap tegar menghadapi kecaman yang diterimanya. Beruntung teman dan keluarga makin menghargai keputusannya masuk Islam. "Lucu-lucu (komentarnya). Aku bawa santai. Pasti seiring berjalannya waktu, kita semua sudah biasa saja dan damai saja dengan keyakinan masing-masing. Alhamdulillah," katanya.
(wk/riaw)