Uni Eropa Ramai-Ramai Jatuhkan Sangsi Penerbangan ke Belarusia Usai Penangkapan Jurnalis
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Kebijakan ini diambil di tengah kemarahan atas pengalihan paksa jet penumpang yang terbang antara dua negara UE untuk menangkap seorang jurnalis oposisi.

WowKeren - Para pemimpin Uni Eropa sepakat untuk memberikan sanksi pada Belarusia setelah penangkapan seorang jurnalis. Salah satu sanksi tersebut adalah larangan untuk terbang sekaligus transit di bandara yang ada di 27 negara Eropa.

Kebijakan ini diambil di tengah kemarahan atas pengalihan paksa jet penumpang yang terbang antara dua negara UE untuk menangkap seorang jurnalis oposisi. Menyebut sebagai "pembajakan" yang kurang ajar terhadap pesawat kapal induk Irlandia Ryanair yang terbang dari Yunani ke Lituania pada hari Minggu, para pemimpin UE menuntut agar Roman Protasevich segera dibebaskan. Ia adalah seorang kritikus utama Presiden Belarusia yang otoriter Alexander Lukashenko.

Para pemimpin Uni Eropa juga memutuskan untuk memberikan sanksi individu kepada pejabat yang terkait dengan operasi tersebut. Tak cukup sampai di situ, mereka juga meminta Organisasi Penerbangan Sipil Internasional untuk memulai penyelidikan atas apa yang mereka lihat sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan apa yang oleh beberapa orang disebut sebagai "terorisme negara".


Berbicara dalam sebuah video yang disiarkan oleh saluran TV negara, Protasevich berkata, "Saya berada di Pusat Penahanan no 1 di Minsk. Saya dapat mengatakan bahwa saya tidak memiliki masalah kesehatan, termasuk dengan jantung saya atau organ lain."

Pria berusia 26 tahun itu mengenakan hoodie hitam dan duduk di belakang meja di sebuah ruangan biasa dengan sebungkus rokok di sisinya. Dalam video itu, ia terlihat gelisah dengan tangannya saat dia membuat pernyataan dan beberapa tanda hitam terlihat di dahinya.

"Sikap karyawan terhadap saya benar dan sesuai hukum," katanya. "Saya terus bekerja sama dengan penyidik dan saya mengaku telah mengorganisir kerusuhan massal di kota Minsk."

Namun, pernyataan itu dibantah oleh sekutunya karena dibuat di bawah tekanan. Sementara itu, ibu Protasevich dalam wawancara dengan NEXTA, layanan berita tempat putranya pernah bekerja, mengatakan bahwa begitu dia mendengar laporan tentang ketakutan akan bom dalam penerbangan, dia tahu itu adalah rencana untuk menangkap Protasevich.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait