Trump Tuntut Tiongkok Rp142 Kuadriliun Imbas Isu COVID-19 dari Kebocoran Lab Wuhan
Twitter/POTUS45
Dunia
Pandemi Virus Corona

Klaim Trump bahwa virus Corona berasal dari kebocoran laboratorium dianggap teori konspirasi belaka. Namun kini dugaan itu semakin dipandang serius dengan hadirnya beragam bukti baru.

WowKeren - Presiden ke-45 Amerika Serikat Donald Trump menjadi salah satu pihak yang meyakini wabah COVID-19 berasal dari kebocoran laboratorium virologi di Wuhan, Tiongkok. Namun keyakinannya ini kerap dipatahkan oleh publik, hingga kini teori tersebut kembali menguat dengan adanya beberapa bukti baru.

Sebagai informasi, belum lama ini pasien 61 tahun diduga "pasien nol" COVID-19 telah berhasil diidentifikasi dan ternyata bertempat tinggal tidak jauh dari laboratorium terkait. Sedangkan sebelumnya beberapa peneliti di laboratorium Institut Virologi Wuhan juga dilaporkan mencari perawatan karena menderita gejala klinis serupa COVID-19.

Berbagai bukti itu membuat dugaan virus Corona berasal dari kebocoran laboratorium kembali ramai dibahas, termasuk oleh Trump. Sang mantan presiden menilai pernyataannya yang dahulu begitu diragukan kini diiyakan banyak pihak.

"Semua orang, termasuk yang dulu 'pihak musuh', mulai menilai benar pernyataan Presiden Trump," katanya, Kamis (4/6) waktu setempat. "Virus (Corona) Tiongkok berasal dari Lab Wuhan."


Karena itulah, Trump menilai Tiongkok harus bertanggung jawab atas pandemi yang terjadi, termasuk banyaknya nyawa yang melayang akibat infeksi COVID-19. Tak main-main, Trump bahkan meminta Tiongkok membayar "ganti rugi" sampai USD10 triliun atau setara Rp142 kuadriliun.

"Pembicaraan antara Dr (Anthony) Fauci dan Tiongkok terlalu 'keras' untuk dilewatkan," sambung Trump. "Tiongkok harus membayar USD10 triliun ke Amerika, dan ke dunia, untuk kematian dan kerusakan yang ditimbulkan."

Kini memang mulai banyak yang kembali meyakini COVID-19 berasal dari kebocoran laboratorium. Termasuk di antaranya peneliti mikrobiologi yang sebelumnya meyakini ada penyebab alamiah di balik pandemi COVID-19.

Dr Peter Palase dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York adalah salah satu dari 27 peneliti yang menolak klaim COVID-19 berasal dari kebocoran laboratorium. Bahkan mereka sempat meneken surat pernyataan bersama soal penolakan mereka atas klaim tersebut.

Namun kini Palase meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh terkait asal-muasal virus Corona. "Sudah banyak informasi mengganggu yang mengemuka sejak saya menandatangani surat Lancet (surat pernyataan bersama), jadi saya ingin tahu jawaban apa di balik semua pertanyaan itu," kata Palase.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts