Malaysia Laporkan Puluhan Klaster COVID-19 Terkait Hari Raya, 20 Orang Meninggal Dunia
Unsplash/Esmonde Yong
Selebriti
Pandemi Virus Corona

Mulai 25 Mei hingga 10 Juni, jumlah pasien yang dirawat di unit perawatan intensif di Malaysia telah mencapai angka rekor selama 17 hari berturut-turut.

WowKeren - Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 58 klaster penularan virus corona (COVID-19) terkait Hari Raya Idul Fitri dan dua klaster terkait Hari Gawai. Total ada 3.511 kasus positif COVID-19 dalam 60 klaster penularan terkait hari raya tersebut.

Sabah menyumbang jumlah klaster tertinggi di Malaysia dengan total 11 klaster. Sedangkan Sarawak menyumbang delapan klaster dan Kedah mencatat tujuh klaster. Wilayah Perak dan Kelantan mencatat masing-masing enam klaster, sedangkan Johor dan Pahang menyumbang masing-masing lima klaster.

Melaka menyumbang tiga klaster, kemudian Labuan, Selangor, dan Penang masing-masing mencatat dua klaster. Sedangkan tiga klaster sisanya berada di Kuala Lumpur, Negeri Sembilan dan Terengganu.

Pada Kamis (10/6), Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah melaporkan bahwa klaster-klaster tersebut mengakibatkan kematian 20 orang. Sedangkan 11 orang pasien masih berada di unit perawatan insentif.

Mulai 25 Mei hingga 10 Juni, jumlah pasien di unit perawatan intensif di Malaysia telah mencapai angka rekor selama 17 hari berturut-turut. Jumlah pasien bahkan menembus angka 900 orang pada 7 Juni dan mencapai angka 911 pada 10 Juni.


Menurut Dr Noor Hisham, peningkatan infeksi dan kematian COVID-19 yang terkait dengan kelompok perayaan hari raya itu "serius dan mengkhawatirkan" karena terjadi dalam waktu singkat. "Sudah menjadi tanggung jawab semua untuk melindungi mereka yang rentan, terutama orang tua lanjut usia di kampung halaman kita, dengan tidak mengekspos mereka ke virus corona," tegas Dr Noor Hisham, dikutip dari CNA.

Selain itu, Malaysia juga dimintanya untuk mencontoh negara tetangga yang berhasil mengendalikan situasi pandemi corona. "Mereka telah menunjukkan bahwa dengan kerja sama semua pihak dan kepatuhan terhadap prosedur operasi standar yang ditetapkan, kehidupan normal dapat dimungkinkan," paparnya.

Sebagai informasi, total kasus COVID-19 Malaysia dilaporkan telah mencapai 639.562 hingga Kamis kemarin. 79.848 kasus di antaranya masih aktif atau menular.

Situasi pandemi corona ini menyebabkan pemerintah Malaysia kembali menerapkan lockdown pada 1 Juni 2021 lalu. Di negara bagian Terengganu, suhu tubuh yang tinggi di antara orang-orang di tempat umum dipantau polisi melalui drone.

Jika salah seorang di antara mereka rupanya terdeteksi memiliki suhu tubuh setinggi 37,5 derajat Celcius maka drone akan memancarkan lampu merah. Kemudian, petugas akan turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi pada individu yang bersangkutan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts