Pakar Virus Terkemuka Tiongkok yang Dianggap Sebagai 'Pusat Badai' Pandemi COVID-19 Angkat Bicara
pixabay.com/Ilustrasi: smooveo
Dunia

Nama Dr Shi Zhengli, seorang ahli virologi top Tiongkok, kembali mengemuka. Sejumlah ilmuwan mengatakan Dr Shi melakukan eksperimen berisiko dengan virus corona kelelawar.

WowKeren - Asal-usul virus COVID-19 hingga kini masih menjadi perdebatan. Para ilmuwan umumnya setuju bahwa masih belum ada bukti langsung yang mendukung teori bahwa virus itu berasal dari kebocoran laboratorium.

Tetapi lebih banyak dari mereka sekarang mengatakan bahwa hipotesis ditolak terlalu cepat, tanpa penyelidikan yang menyeluruh. Nama Dr Shi Zhengli, seorang ahli virologi top Tiongkok, kembali mengemuka akhir-akhir ini. Beberapa ilmuwan mengatakan Dr Shi melakukan eksperimen berisiko dengan virus corona kelelawar di laboratorium yang tidak cukup aman.

Yang lain menginginkan kejelasan tentang laporan, mengutip intelijen AS, yang menunjukkan bahwa ada infeksi awal COVID-19 di antara beberapa karyawan Institut Virologi Wuhan. Dr Shi telah membantah tuduhan ini. Dr Shi mengatakan pada awalnya bahwa dia memilih untuk tidak berbicara langsung dengan wartawan, mengutip kebijakan institutnya.


"Bagaimana saya bisa menawarkan bukti untuk sesuatu yang tidak ada buktinya?" ujarnya. "Saya tidak tahu bagaimana dunia menjadi seperti ini, terus-menerus menuangkan kotoran pada ilmuwan yang tidak bersalah."

Dalam wawancara langka melalui email, dia mengecam kecurigaan itu sebagai tidak berdasar. Selain itu, penolakan Tiongkok untuk penyelidikan independen ke labnya, atau untuk berbagi data penelitiannya, mempersulit validasi terhadap klaim Dr Shi. Ini juga memicu kecurigaan tentang bagaimana pandemi bisa terjadi di kota yang sama yang menjadi tuan rumah sebuah institut yang dikenal karena penelitiannya terkait virus corona kelelawar.

Dr Shi, 57, memperoleh gelar PhD dari Universitas Montpellier di Prancis pada tahun 2000 dan mulai mempelajari kelelawar pada tahun 2004 setelah pecahnya sindrom Sars. Pada tahun 2011, dia membuat terobosan ketika dia menemukan kelelawar di sebuah gua di barat daya China yang membawa virus corona yang mirip dengan virus penyebab Sars.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dr Shi mulai bereksperimen pada virus corona kelelawar dengan memodifikasinya secara genetik untuk melihat bagaimana perilakunya. Pada tahun 2017, dia dan rekan-rekannya di laboratorium Wuhan menerbitkan sebuah makalah tentang percobaan di mana mereka menciptakan virus corona hibrida baru.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts