DKI 'Dikepung' COVID-19, Anies Baswedan Tambah Sampai Total 140 RS Rujukan
Facebook/DKIJakarta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambah RS rujukan COVID-19 sehingga totalnya mencapai 140. Langkah ini ditempuh demi mengatasi ledakan wabah COVID-19 di Ibu Kota.

WowKeren - DKI Jakarta menjadi salah satu titik panas penyebaran wabah COVID-19 di Indonesia saat ini. Per harinya saja jumlah kasus baru yang dilaporkan bisa mencapai lima ribu, atau sepertiga lebih dari kasus nasional.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun memahami krisis ini. "Ya kita menambah tempat tidur, menambah kapasitas rumah sakit, tapi lonjakannya terlalu cepat," tutur Anies dalam keterangan suara, dikutip dari Kompas, pada Selasa (22/6).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berusaha menambah kapasitas RS demi mencegah tingkat keterisian ranjang (BOR) sampai 100 persen. "Sekarang ada ruang karena ada penambahan rumah sakit, kapasitas rumah sakit. Saya minta semua untuk lebih berhati-hati," tegas Anies.

Penambahan kapasitas fasilitas kesehatan ini pun dilakukan dalam jumlah yang tidak main-main. Menurut Anies, sampai 17 Juni 2021 kemarin saja Pemprov DKI Jakarta telah menambah 34 RS rujukan infeksi virus Corona.


"Per 17 Juni meningkat jadi 140 rumah sakit," ungkap Anies di Balai Kota DKI Jakarta. Sebanyak 32 di antaranya merupakan RS milik Pemprov DKI Jakarta, dengan 13 di antaranya khusus melayani pasien COVID-19.

"Dari 32 itu ada 13 rumah sakit yang 100 persen hanya untuk penanganan COVID-19," papar Anies. "Lainnya menampung pasien COVID sampai melebihi 60 persen kapasitas rumah sakitnya."

Dengan demikian, kapasitas tempat tidur yang disediakan pun bertambah. Menurut Anies, saat ini tersedia 8.524 tempat tidur untuk pasien COVID-19 dan 1.186 tempat tidur ruang ICU.

Sedangkan per Senin (21/6) kemarin, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengungkap angka BOR yang cukup mengerikan di Ibu Kota. Yakni BOR isolasi mandiri sudah mencapai 90 persen, sedangkan ICU mencapai 91 persen, dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak lebih dari 60 persen.

Sementara pada Senin kemarin juga, tercatat ada 5.014 tambahan kasus positif COVID-19 di Ibu Kota. Terdapat tambahan 3.025 kasus sembuh, 71 kasus meninggal baru, dan tambahan kasus aktif sampai 1.918 sehingga total kumulatifnya 32.060.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts