Pemerintah masih terus berupaya untuk bisa menurunkan angka COVID-19 di tengah lonjakan yang terjadi belakangan ini. Melihat lonjakan yang masih terus terjadi, KSP Moeldoko menyebut gelombang kedua tidak bisa dihindari.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 25 Juni 2021 - 11:26 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 di Indonesia hingga sekarang belum juga berakhir. Alih-alih menunjukkan penurunan, belakangan ini justru mengalami lonjakan yang signifikan.
Pemerintah pun masih terus berupaya keras untuk bisa menurunkan dan mengendalikan COVID-19, mulai dari pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro hingga percepatan vaksinasi massal. Semua itu dilakukan dengan harapan bisa segera mengendalikan dan menurunkan angka lonjakan COVID-19.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi cobaan berat. Dalam waktu singkat, jumlah orang yang terpapar COVID-19 melejit.
Oleh sebab itu, pemerintah bergerak dan mengambil keputusan secara cepat, sigap dan tanggap. "Rumah sakit dan tenaga medis menjadi kewalahan, gelombang kedua pandemi COVID-19 tidak bisa terelakkan, untuk itu pemerintah bergerak sangat sigap dan bertindak cepat," tutur Moeldoko dalam Instagram pribadinya, @dr_moeldoko, Kamis (24/6).
Moeldoko menyampaikan saat ini pemerintah terus menambah fasilitas kesehatan, pengobatan terbaik, hingga percepatan vaksinasi COVID-19 dengan target 1 juta orang per hari. Ia menyebut bahwa pemerintah tidak kenal lelah dalam melakukan kegiatan testing, tracing, dan juga treatment.
Kendati demikian, dibutuhkan juga dukungan dari semua lapisan masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19. "Meningkatnya penyebaran COVID-19 ini tidak pandang bulu dan menyerang siapa saja, bisa saja menyerang teman kita, tetangga kita, istri kita, suami atau anak kita, bahkan mungkin kita sendiri," lanjutnya.
Di sisi lain, Moeldoko juga menyayangkan sikap dari masyarakat yang masih banyak abai dengan protokol kesehatan dan bahaya dari pandemi COVID-19. Ia pun menyadari bahwa adanya pandemi COVID-19 ini membawa perubahan yang cukup berat.
"Kita harus rela membatasi aktivitas rutin dengan menjalankan PPKM berskala mikro, sehingga kita harus menahan diri dari berbagai kegiatan yang mungkin selama ini telah menjadi kebiasaan kita," imbuh Moeldoko.
Sementara itu, kasus positif COVID-19 secara nasional saat ini bertambah 20.574 kasus per Kamis (24/6). Penambahan kasus harian ini merupakan rekor sepanjang pandemi di Indonesia.
(wk/tiar)