Tarif taksi Phuket selalu terkenal 3x lipat dari tarif taksi Bangkok. Upaya yang dilakukan gubernur berturut-turut hingga polisi masih belum berhasil meredam 'mafia taksi'.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 06 Juli 2021 - 10:49 WIB
WowKeren - Di tengah kasus COVID-19 yang masih tinggi, pemerintah Thailand telah membuka negara itu untuk turis asing melalui skema Phuket Sandbox. Para pelancong yang datang tidak perlu melakukan karantina. Terlepas dari itu, ada suatu hal yang dikeluhkan oleh para pelancong asing yakni tarif taksi yang menurut mereka terlampau mahal.
Seorang turis membuat postingan di Facebook yang mengatakan bahwa sebuah hotel di pantai Patong mengatakan kepadanya bahwa biayanya 900 baht dari bandara ke hotel. Dia telah menginap di hotel beberapa kali di masa lalu dan mengatakan dia tidak pernah membayar semahal itu.
"Saya tahu di masa lalu saya belum membayar sebanyak itu untuk sampai ke Patong, hotel yang sama," tulis turis itu. "Dan saya melihat beberapa orang membayar 700 melalui hotel mereka."
Orang-orang merespons dengan berbagai harga. 800 baht dari bandara ke Patong. 900 baht ke Karon. 1.350 ke pantai Kata Noi. Bahkan dengan harga mulai dari 600 baht ke atas, tarif taksi Phuket selalu terkenal 3x lipat dari tarif taksi Bangkok.
Upaya oleh gubernur berturut-turut, polisi dan bahkan tentara setelah kudeta 2014, telah gagal meredam 'mafia taksi' lokal di pulau itu. Komplotan rahasia telah menguasai sistem transportasi Phuket selama beberapa dekade.
Postingan ini pun mendapat perhatian pemerintah. Wakil presiden Pemandu Wisata Profesional Phuket Nattakorn Ruengroj membagikan tangkapan layar postingan tersebut dan mengatakan para turis "adalah bintang yang akan mengiklankan pariwisata di Phuket secara gratis. Jangan biarkan diri kita jatuh dengan kebiasaan buruk yang sama."
Gubernur Phuket memerintahkan otoritas provinsi untuk memeriksa klaim tarif taksi yang tinggi. Dalam sebuah laporan dari outlet media Thailand Khaosod, gubernur mengatakan tidak ada taksi yang ditemukan kelebihan biaya.
Gubernur mengatakan otoritas lokal meninjau tarif taksi menemukan bahwa banyak wisatawan belum tiba di pulau itu dan hanya meminta harga di muka. Turis yang menulis posting Facebook yang bersangkutan belum tiba dan hotel telah mengurangi tarif menjadi 600 hingga 700 baht.
(wk/zodi)