Menara tersebut tak hanya bergoyang sekali, namun lebih dari sepuluh kali antara 18 Mei dan 20 Mei. Akibat insiden ini menara itu akhirnya ditutup karena masalah keamanan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 16 Juli 2021 - 11:12 WIB
WowKeren - Pada hari Kamis (15/7) tim investigasi menyimpulkan bahwa angin kencang menjadi salah satu alasan gedung pencakar langit 70 lantai di China bergoyang bolak-balik dua bulan lalu. Insiden tersebut memaksa evakuasi orang-orang yang berada di dalamnya.
Tak hanya itu, insiden tersebut juga memunculkan kekhawatiran mengenai stabilitas struktur bangunan. Diberitakan sebelumnya, menara di Shenzhen, SEG Plaza, mulai bergoyang pada 18 Mei.
Menara tersebut tak hanya bergoyang sekali, namun lebih dari sepuluh kali antara 18 Mei dan 20 Mei. Akibat insiden ini menara itu akhirnya ditutup karena masalah keamanan, baik untuk umum maupun pekerja.
Penyelidik mengatakan penyebabnya tampaknya adalah "resonansi yang diinduksi pusaran" yang diciptakan oleh angin senar dan dua tiang panjang yang dipasang di bagian atas gedung. Para ahli mengatakan angin dan tiang-tiang yang menua di gedung itu menyebabkan resonansi.
Sebagai solusi untuk mengatasi masalah ini, mereka merekomendasikan untuk melepas antena dan memperbaiki kerusakan yang telah mereka timbulkan selama 20 tahun terakhir. Antena yang ada digunakan untuk melindungi bangunan dari petir dan juga sebagai suar untuk pesawat.
Global Times yang dikelola pemerintah Beijing mengatakan para ahli memeriksa bangunan itu dan menemukan itu aman untuk penggunaan normal. Pejabat pemerintah mengatakan mereka akan membantu bisnis komersial untuk kembali ke gedung setelah perbaikan dilakukan.
Adapun berdasarkan database gedung pencakar langit Council on Tall Buildings and Urban Habitat, gedung tersebut adalah menara tertinggi ke-18 di kota Shenzhen. Tahun lalu, pihak berwenang Tiongkok telah mengeluarkan larangan untuk pembangunan gedung pencakar langit yang tingginya melebihi 500 meter.
Selain gedung, insiden yang melibatkan infrastruktur bangunan yang terkait angin juga pernah terjadi pada jembatan tinggi. Seorang turis asal Tiongkok dilaporkan tergantung setinggi 330 kaki di jembatan kaca akibat angin kencang yang terjadi pada Mei lalu.
(wk/zodi)