Polisi Israel berdalih aksi dilakukan karena pemuda Palestina melempari lapangan Temple Mount, cara mereka menyebut Masjid Al-Aqsa, dengan batu. Padahal ribuan umat Yahudi disebut siap memasuki Temple Mount.
- Elvariza Opita
- Senin, 19 Juli 2021 - 17:00 WIB
WowKeren - Konflik antara Israel dan Palestina kembali mencuat menjelang umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah. Kali ini Muslim Palestina dilaporkan diusir paksa dari Masjid Al-Aqsa oleh polisi Israel pada Minggu (18/7) waktu setempat.
Bahkan para polisi ini mengusir warga Palestina yang ingin beribadah ke Masjid Al-Aqsa menggunakan gas air mata dan peluru karet. Mereka berdalih menyediakan jalur yang aman untuk ratusan umat Yahudi yang hendak ke Al-Aqsa di tengah libur keagamaan mereka.
Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett yang cenderung berada di sayap kanan nasionalis, mendukung izin masuknya umat Yahudi ke Al-Aqsa yang dalam ajaran mereka dikenal sebagai Temple Mount. Sedangkan aksi persekusi yang dilakukan polisi, diklaim sebagai perlindungan diri.
Polisi Israel mengklaim, pada Minggu pagi, anak-anak muda Palestina terlebih dahulu melemparkan batu ke lapangan terbuka Temple Mount. "(Mereka melempar batu) ke arah pasukan polisi yang membubarkan mereka," ujar polisi Israel, dikutip dari Al Jazeera, Senin (19/7).
Organisasi Wakaf Muslim yang mengelola Masjid Al-Aqsa menyebut bahwa aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok umat Yahudi fanatik dengan dukungan pemerintah Israel. "Mereka (Israel) menarget terjadinya perang keagamaan," tuding pejabat Wafa dari Palestina.
Meski demikian, PM Bennett memastikan hak beribadah di Masjid Al-Aqsa juga diberikan kepada umat Muslim. Meski demikian ia tak menampik memberi izin umat Yahudi mengunjungi Al-Aqsa dan harus dipastikan keamanan serta ketertibannya di sana, menjadi alasan dikerahkannya juga polisi-polisi Israel.
"Saya memang memerintahkan kunjungan umat Yahudi yang aman dan teratur ke Temple Mount, sambil mempertahankan keteraturan di dalam situs," tegas Bennett. "Namun kebebasan beribadah di Temple Mount juga akan dipastikan untuk masyarakat Muslim (menjelang Idul Adha)."
Hari Minggu kemarin umat Yahudi Israel memang merayakan festival keagamaan bertajuk Tisha B'Av. Media Israel melaporkan lebih dari seribu warganya berjalan melalui Plaza Yerusalem, bahkan konon jumlah umat yang mengikuti festival itu mencapai 1.679 sepanjang Minggu pagi sampai siang, demikian dikutip dari AFP.
(wk/elva)