Rain Ceritakan Kisah Audisinya yang 'Aneh' dengan Park Jin Young
Selebriti

Meskipun Rain tidak ingat tanggal pastinya, audisinya antara musim dingin 1998 dan musim semi 1999. Saat itu, Rain baru berusia 16 tahun dan telah gagal dalam lebih dari selusin audisi.

WowKeren - Saat ini, kebanyakan orang mengenal Rain sebagai salah satu solois terbesar dalam sejarah musik Korea. Namun, 20 tahun yang lalu, dia hanyalah seorang remaja dari boy grup gagal yang berusaha menjadi besar. Rain mengungkapkan seperti apa kisah audisinya yang "aneh" kepada Rolling Stone Korea.

Nasib Rain mulai berubah ketika dia direkrut sebagai trainee JYP Entertainment, tapi audisi Rain tidak seperti kebanyakan audisi era ini. Dalam sebuah wawancara baru dengan Rolling Stone Korea, Rain mengungkapkan kisah audisinya dan cara yang tidak biasa dari pendirinya, Park Jin Young atau J. Y. Park dalam melakukan itu.

Rain mengaku bahwa akan memakan waktu lebih dari 24 jam tanpa tidur untuk membicarakan hal ini secara keseluruhan, tapi kemudian mengungkapkan apa yang dia ingat tentang pertemuan mereka. Meskipun dia tidak dapat mengingat tanggal pastinya, dia mencatat bahwa itu terjadi antara musim dingin pada tahun 1998 dan musim semi pada tahun 1999. Saat itu, Rain baru berusia 16 tahun dan telah gagal dalam lebih dari selusin audisi.

Penyanyi solo itu kemudian mengungkapkan bahwa audisi dimulai dengan J. Y. Park memainkan lagu oleh penyanyi terkenal Michael Jackson. "Aku tidak yakin mengapa dia melakukan itu, tapi dia...terus memutarnya berulang-ulang, Anda tahu?" kenang Rain. Mengulang lagu sekali atau dua kali bukanlah hal yang aneh, tapi Rain mengatakan J. Y. Park memainkan lagu Michael Jackson berulang-ulang selama empat hingga lima jam yang mengejutkan.


"Aku terus menari sendiri," kata Rain, yang sepertinya bingung dengan prosesnya saat itu. Setelah itu, Rain mengatakan bahwa J. Y. Park menyuruhnya untuk meniru gerakannya. Dia kemudian melanjutkan untuk memberikan Rain pelajaran menari pribadi selama satu jam lagi.

Setelah menghabiskan begitu lama dalam pertemuan pertamanya dengan J. Y. Park, seharusnya tidak mengejutkan bahwa Rain memiliki firasat yang baik tentang masa depannya. "Aku seolah mengerti," jelasnya, menambahkan, "Aku pikir aku lulus audisi." Namun, dalam minggu-minggu berikutnya, J. Y. Park tidak menghubungi Rain sama sekali.

Seiring berjalannya waktu, Rain yakin J. Y. Park telah melupakan semua tentang dirinya. Tapi kemudian, tepat sebulan kemudian, dia akhirnya menerima panggilan penting yang memintanya untuk bergabung dengan agensi. Menariknya, terlepas dari responsnya yang lambat, J.Y. Park mengungkapkan beberapa tahun lalu bahwa dia melihat percikan dalam diri Rain dari pertemuan pertama itu.

"Aku ingat saat pertama kali Rain masuk ke ruang audisi. Ekspresi wajahnya, semangatnya, dan bahkan keringatnya, aku bisa mengingat semuanya. Rain mengingatkanku pada seekor singa muda yang kelaparan. Aku tahu dia benar-benar ingin sukses, tetapi dengan keadaan yang sulit, dia tidak bisa mewujudkannya. Aku belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya, dan aku ingin membantunya mewujudkan mimpinya," tutur J. Y. Park.

(wk/dewi)

You can share this post!

Related Posts