Cuaca Panas Bikin Atlet Tumbang, Jadwal Turnamen Tenis Olimpiade Tokyo Digeser
AFP/Charly Triballeau
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Federasi Tenis Internasional mengumumkan bahwa sejak Kamis (29/7), seluruh pertandingan tenis harian di Olimpiade Tokyo dipindahkan kembali menjadi mulai pukul 3 sore waktu setempat (13.00 WIB).

WowKeren - Jadwal pertandingan tenis di ajang Olimpiade Tokyo 2020 terpaksa dimundurkan selama empat jam untuk menghindarkan para atlet dari cuaca panas. Federasi Tenis Internasional (ITF) mengumumkan bahwa sejak Kamis (29/7) hari ini, seluruh pertandingan harian di Olimpiade Tokyo dipindahkan kembali menjadi pukul 3 sore waktu setempat (13.00 WIB).

Aturan ini berlaku untuk pertandingan tunggal, ganda, dan ganda campuran. Sedianya, pertandingan tenis Olimpiade dimulai pukul 11 siang.

"Keputusan untuk memulai pertandingan pada pukul 3 sore JST mulai Kamis dimungkinkan karena hasil pertandingan (Rabu) di lima kompetisi, ukuran lapangan pemain, dan dirancang untuk lebih menjaga kesehatan atlet," demikian pernyataan ITF pada Rabu (28/7). "(Perubahan) itu telah dibuat setelah berkonsultasi dengan Komite Olimpiade Internasional, Tokyo 2020, Layanan Siaran Olimpiade, serta para pemain Pertandingan Tenis Olimpiade, wasit, ahli medis, dan pemangku kepentingan utama lainnya."

Sementara itu, Badan Meteorologi memperkirakan Tokyo akan mengalami suhu tertinggi harian antara 32 hingga 33 derajat celcius selama tujuh hari mulai Kamis. Para atlet tenis juga telah menyuarakan kesulitan yang harus mereka alami akibat cuaca panas, terutama karena kelembaban.

Petenis asal Spanyol, Paula Badosa, terpaksa mengundurkan diri dari pertandingan perempat final melawan Marketa Vondrousova akibat cuaca panas. Badosa bahkan dibawa keluar dari lapangan dengan menggunakan kursi roda.


"Saya sangat menyesal harus mengakhiri turnamen seperti ini," tulis Badosa di unggahan Instagram, Rabu. "Kondisinya sangat keras dan tubuh saya cukup memberitahu saya."

Selain Badosa, Daniil Medvedev yang merupakan atlet tenis tunggal putra dari Rusia juga turut menderita akibat cuaca panas kala pertandingan pada Rabu kemarin. Kala itu, Medvedev menjalani pertandingan putaran ketiga melawan Fabio Fognini dari Italia.

"Bahkan sejak set pertama, saya tidak merasa cukup baik dengan pernapasan saya. Itu sebabnya saya memanggil fisio. Saya merasa diafragma saya tersumbat. Saya tidak bisa bernapas dengan benar. Saya pikir itu adalah hari paling lembab yang kami alami selama ini," paparnya. "Kemudian, di set kedua, mata saya menjadi gelap, seperti di antara setiap poin saya tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk merasa lebih baik. Saya membungkuk, dan saya tidak bisa mengatur napas. Saya sudah siap jatuh begitu saja di lapangan."

Saat ditanya apakah dirinya baik-baik saja oleh wasit, Medvedev menjawab, "Saya bisa menyelesaikan pertandingan ini, tapi saya bisa mati. Jika saya mati, apakah Anda akan bertanggungjawab?".

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts