Anies Baswedan Janjikan 'Pelonggaran' Aturan COVID-19 di DKI, Asal Penuhi Kewajiban Ini
Instagram/aniesbaswedan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Anies Baswedan membolehkan warga untuk pergi ke mana saja, bahkan bisa lolos penyekatan, selama memenuhi kewajiban yang disampaikan pada Minggu (1/8) kemarin. Apa itu?

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah berhasil mengendalikan wabah COVID-19 di Ibu Kota. Namun di samping PPKM, Anies juga menilai vaksinasi ikut berperan dalam pengendalian wabah.

Karena itulah, Anies menjanjikan sejumlah "pelonggaran" untuk para warga yang sudah menjalani vaksinasi. Anies menyebut mereka yang sudah divaksin dua kali bebas ke mana saja, bahkan bisa lolos dalam pemeriksaan penyekatan.

"Jadi kalau mau kemana-mana, buka aplikasinya (JAKI), tunjukkan Anda hijau, Anda bisa ke mana saja," tutur Anies, Minggu (1/8). "Warna merah jangan pergi-pergi dulu karena berisiko."

Warna hijau dan merah ini sebenarnya apa maksudnya? Rupanya aplikasi JAKI membedakan warga yang telah divaksin dan belum dengan indikator warna.

"Tinggal masukkan Nomor Induk Kependudukan (ke aplikasi JAKI), lalu akan muncul," imbuh Anies. "Warna hijau sudah vaksin 2 kali, warna kuning sudah vaksin 1 kali, warna merah belum vaksin."


Meski demikian, Anies tetap memberi "keringanan" untuk warga yang memang belum bisa divaksin karena alasan medis. "Mereka cukup bawa surat keterangan dari dokter bahwa mereka memang belum bisa vaksin, atau kalau ada persoalan medis tidak bisa vaksin cukup keterangan dokter itu akan bisa dikecualikan," jelasnya.

Dengan demikian, bisa disimpulkan berbagai pelonggaran ini akan diberikan bagi warga yang telah divaksin dan tentu saja mampu menunjukkan buktinya. Sebab Anies menganalogikan vaksinasi COVID-19 selayaknya pemakaian helm ketika berkendara, memberi perlindungan lebih baik demi menghindari kemungkinan terburuk.

Perihal wacana ini pun juga ditanggapi oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. "Ini tentunya akan didiskusi lebih lanjut sebelum dilaksanakan," ujar Siti Nadia, Minggu (1/8).

Siti Nadia pun secara tersirat menyambut baik rencana ini. Sebab bisa mendorong agar warga segera menjalani vaksinasi demi mempercepat tercapainya kekebalan kelompok, meski pemerintah tentu harus memastikan ketersediaan vaksin untuk para warga.

Belakangan ide wajib vaksin sebagai syarat beraktivitas memang kerap dikemukakan pemerintah. Termasuk dari Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto soal wajib vaksin untuk pengunjung restoran.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts