Setelah secara konsisten absen dari waralaba superhero, Damon menyatakan dia merasa bahwa kombinasi layanan streaming dan film superhero merusak industri film dalam beberapa hal.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 02 Agustus 2021 - 11:13 WIB
WowKeren - Hampir 25 tahun telah berlalu sejak "Good Will Hunting", Matt Damon tetap menjadi kekuatan yang konsisten di antara aktor papan atas Hollywood. Mampu memainkan berbagai karakter dalam berbagai genre, Damon menemukan kesuksesan yang cukup besar sebagai bintang aksi, terutama di franchise "Bourne".
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kerangka kerja sinema Hollywood mulai berubah. Dengan kehadiran "Iron Man" pada tahun 2008, genre film superhero membuat klaim nyata pertamanya atas supremasi box office. Ini dinilai akan memicu munculnya gelombang revolusioner dari film-film sarat efek khusus berbiaya besar yang ditonton oleh penonton di seluruh dunia.
Damon yang merupakan aktor sekaligus sutradara pemenang Oscar percaya bahwa streaming dan superhero merusak sinema. Setelah secara konsisten tetap absen dari waralaba superhero sejak awal, Damon telah menyatakan bahwa dia merasa bahwa kombinasi layanan streaming dan film superhero merusak industri dalam beberapa hal.
Dalam wawancara baru-baru ini dengan The Sunday Times ia menyayangkan anak-anaknya lebih tertarik pada ponsel mereka daripada film. Ia mengaku sedih bahwa cara menonton film generasi mereka telah berbeda dari sebelumnya.
"Bagaimana Anda bisa menonton film jika Anda terus chat? Sebagai seseorang yang membuat hal-hal ini, saya tidak bisa mengatakan bahwa saya menyukainya," jelas Damon. "Film seperti yang kita tahu tidak akan menjadi hal penting dalam kehidupan anak-anak kita. Dan itu membuatku sedih."
Damon kemudian berbicara tentang bagaimana anjloknya penjualan video rumahan di hadapan opsi streaming yang terus berkembang. Hal ini membuat studio memproduksi film dengan daya tarik lebih "internasional", sehingga memunculkan fenomena superhero.
"Jika Anda ingin film berjalan dan diputar besar-besaran, Anda perlu sedikit cultural confusion. Jadi ada kebangkitan film superhero, kan?" jelasnya lagi. "Mereka mudah untuk semua orang. Anda tahu siapa lakonnya, siapa orang jahatnya. Mereka seperti bertarung tiga kali dan orang baik menang dua kali."
(wk/zodi)