Wabah global COVID-19 saat ini telah menyerang anak-anak di banyak negara dunia. Thailand membangun sebuah fasilitas untuk merawat anak-anak yang terpapar COVID-19.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 05 Agustus 2021 - 16:30 WIB
WowKeren - Virus COVID-19 saat ini diketahui telah menyerang pada anak-anak. Untuk mencegah agar tidak semakin menyebar terhadap anak-anak, masing-masing negara melakukan vaksinasi kepada mereka.
Sementara itu di Thailand, Bangkok Metropolitan Administration (BMA) telah membuka pusat penitipan anak-anak yang terpapar COVID-19 dan harus menjalani karantina atau isolasi. Seperti yang diketahui, saat pasien COVID-19 menjalani isolasi harus menjaga jarak dengan orang sekitarnya, termasuk keluarganya.
Berdasarkan laman web Thai Kufah milik Government House mengatakan bahwa BMA telah berdiri dan berjalan di puskesmas di distrik Dusit yang melayani pasien COVID-19 usia 3 hingga 14 tahun. Adapun yang menjalankannya adalah dokter, perawat, pejabat kesehatan masyarakat, dan sukarelawan penitipan anak sepanjang waktu.
Apabila anak-anak yang tengah melakukan isolasi itu menunjukkan keadaan yang semakin memburuk, pihak BMA akan segera merujuknya ke rumah sakit. Selama masa isolasi, pusat penitipan ini menyediakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak agar membuat mereka tidak merasa stres dan sedih.
Sebagian kasus COVID-19 pada anak-anak yang tengah melakukan isolasi di BMA itu, diketahui tidak tertular dari orangtuanya atau keluarganya. Meski demikian, anak-anak harus berada jauh dari orangtua agar tidak semakin menular dan menyebar.
Lebih lanjut, bagi keluarga yang anaknya memerlukan pengobatan COVID-19 bisa menghubungi hotline Erawan Center di 1669 ekstensi 2. Kemudian, pihak Angkatan Darat (AD) pun turut memberikan fasilitas dan pusat layanan satu atap untuk merawat anak-anak yang terpapar COVID-19 di Lingkar AD, Bangkok.
Di sisi lain, dua gimnasium dan gedung baru yang terletak di lingkar AD saat ini tengah diubah menjadi fasilitas sebagai tempat pengujian COVID-19. Adapun pengujian setiap harinya dilakukan terhadap 4 ribu orang.
Apabila dari hasil tes COVID-19 menunjukkan positif, maka masyarakat akan diminta untuk menjalani rontgen paru-paru dan berkonsultasi dengan dokter. Jika kondisinya tergolong ringan, maka mereka akan menjalani program isolasi mandiri, dan dipantau, serta diberi obat secara teratur selama perawatan.
(wk/tiar)