Semakin Merebak Di Sydney, Varian Delta Disebut Menyerang Masyarakat Usia 20-30 Tahun
pixabay/ilustrasi
Dunia

Varian Delta telah menyebar ke negara-negara di dunia, tak terkecuali Sydney. Pemerintah Sydney pun tengah berupaya keras dalam menghadapi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini.

WowKeren - Angka kasus COVID-19 di Sydney saat ini masih terbilang tinggi. Pemerintah pun masih menerapkan kebijakan penguncian wilayah atau lockdown.

Adapun yang menyebabkan angka kasusnya tinggi adalah menyebarnya varian Delta. Bahkan seorang dokter penyakit menular di rumah sakit St Vincent, Sydney, Greg Dore menyebutnya menyebar lebih besar dan menjadi "epidemi orang muda".

Pada Rabu (4/8) kemarin, kepala petugas kesehatan NSW, Kerry Chant mengumumkan bahwa ada seorang pria berusia sekitar 20 tahun tertular COVID-19 dan meninggal di rumahnya. Sebelum akhirnya meninggal, Aude Alaskar dirawat oleh South Western Sydney Local Health District.

Selama menjalani isolasi dan perawatan, Alaskar ditindaklanjuti setiap hari oleh staf perawat. Sementara untuk kasus terpapar COVID-19 yang lebih ringan, ditangani dan melakukan isolasi di rumah.


"Kemunduran yang cepat pada orang yang lebih muda adalah hal yang tidak biasa, tetapi tidak pernah terdengar sebelumnya," tutur Dore. "Laporan koroner sangat penting untuk menentukan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kematian."

Sebelum akhirnya meninggal, kondisi Alaskar diketahui secara tiba-tiba memburuk di hari ke-13 isolasinya dan Chant mengonfirmasi kematian itu sedang dirujuk ke koroner untuk penyelidikan. "Ini adalah epidemi muda, dengan sebagian besar berusia 20 hingga 30 tahun, dan kami tentu melihat itu pada orang-orang yang kami rawat," jelas Dore.

"Itu mungkin lebih di Barat Daya dan Barat Sydney, dalam hal orang yang dirawat di rumah sakit, dan datanya jelas tentang ini, distribusi usia agak berbeda dengan gelombang pertama, di mana kita melihat populasi yang relatif lebih muda sebagai pasien rawat inap," lanjut Dore. "Itu sebagian karena dampak yang lebih tinggi dari cakupan vaksin yang lebih tinggi pada populasi yang lebih tua."

Maka dari itu, Dore menekankan agar vaksinasi COVID-19 juga diprioritaskan pada masyarakat yang lebih muda. Hal ini merupakan hal yang penting dan dampak positif dari vaksinasi COVID-19.

"Tidak ada seorang pun dalam perawatan intensif yang telah divaksinasi sepenuhnya. Sebagian kecil divaksinasi dosis pertama," tandas Dore. "Jelas vaksinasi penuh memiliki dampak yang kuat pada risiko rawat inap."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait