Jawaban Bijak Maia Estianty Apabila Anaknya LGBT, Beri Izin?
Instagram/ maiaestiantyreal
Selebriti

Maia Estianty memberikan pendapatnya mengenai orang-orang dengan orientasi seksual LGBT. Lantas bagaimana pendapat Maia apabila anak-anaknya memiliki orientasi seksual tersebut?

WowKeren - Maia Estianty menjawab pengandaian apabila memiliki anak dengan orientasi seksual LGBT. Jawaban Maia dapat disaksikan melalui konten yang dibagikan kanal YouTube Nindy Ayunda pada Senin (16/8).

Sebagai seorang ibu dari 3 anak, yakni Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani, Maia akan memberikan nasihat. Namun apabila hal tersebut memang sudah ketentuan Tuhan yang tidak bisa diubah, istri Irwan Mussry ini mengaku pasrah.

"Kasih tau bahwa itu salah. Tapi ya sudah mau bilang apa," ujar Maia. "Karena LGBT itu bukan gue bilang iya itu boleh."

Menurut Maia, LGBT sudah ada sejak lama sehingga pembahasan ini sebenarnya bukan hal baru. Maia pun berpendapat apabila LGBT memiliki banyak faktor yang berbeda-beda.

"Kalo dia LGBT-nya cacat gen, cacat DNA, kita mau bilang apa. Itu ujian kita untuk punya anak seperti itu," terang Maia. "Kita kan tau ini anak dari kecilnya seperti apa. Kalo emang dari kecilnya dia sudah seperti itu, berarti kan dia cacat DNA. Hal yang bisa kita lakukan adalah menerima."


Lebih lanjut, Maia Estianty mengingatkan apabila Tuhan membenci perbuatan keji para pelaku LGBT, bukan orangnya. Maia sendiri berpengalaman memiliki asisten yang menyukai sesama jenis. Hal yang dilakukan Maia kala itu hanya mengingatkan sang asisten untuk tidak berbuat keji.

"Bahkan aku dulu pernah punya asisten yang, mohon maaf ya, banci," ungkap Maia. "Aku cuma bilang gini 'Kamu punya kelainan kamu banci. Tapi bisa nggak kamu sekarang fokus ke arah Tuhan aja. Aku tidak bisa mengubah kamu untuk menyukai perempuan. Kamu punya kelemahan cacatmu di situ. Tapi jangan kau tambahin keburukan-keburukan yang lain'."

Terakhir, Maia Estianty mengajak para penonton memandang LGBT sebagai sebuah kelainan tanpa menghakimi. Namun Maia juga menegaskan apabila pendapatnya tidak selalu benar.

"Kamu jangan asal judge orang lain. Coba bayangkan kamu sebagai orangtua dan kamu punya anak LGBT. Gimana rasanya dan gimana caranya menghadapi," tandasnya. "Anggap aja mereka punya kelainan seperti penyakit, mohon maaf, misalnya autis."

(wk/nere)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait