Coki Pardede Ternyata Sudah 'Ramalkan' Skenario Terburuk Hidupnya, Terkait Kasus Narkoba?
Instagram/cokipardede666
Selebriti

Setelah diringkus pihak berwajib, Coki Pardede yang sempat menjadi tersangka penyalahgunaan narkoba kini menjalani rehabilitasi. Benarkah Coki sudah meramalkan skenario terburuk dalam hidupnya terkait kasus tersebut?

WowKeren - Coki Pardede baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah dirinya diciduk atas kasus penyalahgunaan narkoba. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini pemilik nama asli Reza Pardede itu sudah menjalani rehabilitasi.

Sebagai seseorang dengan kepercayaan agnostik Coki mengisyaratkan bahwa dirinya sudah mengantisipasi adanya skenario terburu di dalam kehidupan. Tak sampai di sana saja, kepada Daniel Mananta, ia mengungkapkan bahwa jika menghadapi yang terburuk maka diri sendiri akan bertanggung jawab penuh atas hal itu.

Dalam podcastnya bersama Daniel seolah Coki telah memprediksikan kejadian buruk akan terjadi saat ia menjelaskan bagaimana cara berpikir penganut paham ateis dan/atau agnostik. Benarkah penangkapannya sudah "diramalkan"?

"Begini cara harapan bekerja untuk teman-teman yang berada di agnostik dan ateis. Begini cara harapannya bekerja, karena memang dari awal mereka sudah tidak memasukkan faktor 'x' yang buat beberapa orang adalah God (Tuhan) dalam hidup mereka. Jadi mereka udah nggak masukin," kata Coki pada vlog yang tayang di saluran YouTube Daniel Mananta Senin (6/9).


"Sehingga pada saat sesuatu terjadi mereka udah ada worst scenario, best scenario, ini, ini, ini. Apa yang temen-temen sana lakukan? Prepare for the worst (mempersiapkan yang terburuk)," lanjutnya. Coki berpendapat bahwa saat orang sudah mempersiapkan skenario terburuk, maka mereka lebih mudah menghadapi dan bangkit dari kemalangan hidup. Hal ini dikarenakan menurutnya sebagai ateis atau agnostik sudah mempersiapkan mental dan mencoba mengusahakan yang terbaik.

"Karena mereka sudah bersiap untuk itu, mereka paham bahwa bagaimana dunia ini berjalan tidak akan sesuai dengan keinginan kita. Mereka paham bahwa ada momen-momen tertentu bahwa sesuatu beyond salvation (tidak bisa diselamatkan). Dan mereka juga paham begitulah dunia bekerja," terangnya.

Karena orang seperti dirinya sudah tidak bergantung pada keberadaan entitas lain, maka Coki menjelaskan bahwa mereka siap bertanggung jawab untuk apapun yang terjadi di dunia ini. Sebagai contoh, jika ada sesuatu buruk yang terjadi bisa jadi karena kesialan atau karena memang kesalahan diri sendiri.

"Mereka sangat percaya bahwa kita bertanggung jawab 100 persen terhadap apa yang kita lakukan. Jadi kalau ada sesuatu yang terjadi itu either shit happened (bisa karena sial) atau memang kesalahan kita aja gitu," kata Coki.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait