Calon Kuat Pengganti PM Jepang Diduga Ingin Tingkatkan Pemakaian Nuklir
AFP/Kazuhiro Nogi
Dunia

Taro Kono menyinggung topik ini ketika Jepang sendiri punya 'pengalaman buruk' dengan pemakaian nuklir, seperti limbah PLTN Fukushima Daiichi yang bakal dibuang ke laut tahun 2023.

WowKeren - Menteri Vaksin Jepang, Taro Kono, digadang-gadang menjadi pewaris posisi perdana menteri yang akan ditinggalkan Yoshihide Suga dalam waktu dekat. Bahkan pada Jumat (10/9) waktu setempat, Kono sudah menyampaikan niat kuatnya untuk memperebutkan posisi untuk diusung Liberal Democratic Party (LDP).

Dalam konferensi persnya terkait pencalonannya, Kono bersumpah akan fokus dalam melawan COVID-19. "Sambil memajukan Jepang," imbuhnya, dikutip dari Kyodo News.

Kono akan menggunakan teknologi digital untuk memudahkan masyarakat bekerja dari rumah, tentu demi menekan angka kasus positif COVID-19 di Jepang, serta memulihkan ekonomi regional. "Kita harus mengatasi krisis yang ada. Saya ingin menciptakan lingkungan yang hangat di mana setiap orang bisa saling bergantung," kata Kono.

Namun terdapat sejumlah poin kontroversial yang disoroti dalam konferensi persnya tersebut. Sebab Kono menyinggung soal pemakaian nuklir, termasuk dengan mengaktifkan kembali reaktor yang dimiliki Jepang.


Kono sebelumnya dikenal sebagai tokoh publik yang menentang pemakaian energi nuklir. Namun kini ia menilai realistis untuk mengaktifkan kembali reaktor nuklir yang sudah dipastikan aman demi mencapai target Jepang bebas karbon pada 2050.

Walau demikian, Kono menampik bahwa pihaknya akan membangun reaktor nuklir baru. Malah Kono mempromosikan pentingnya penggunaan energi terbarukan, meski ia tak menjelaskan detail rencananya.

Meski penggunaan energi nuklir sudah awam di Jepang, namun saat ini negara tersebut pun tengah berjibaku dengan masalah limbah nuklir. Diketahui Jepang menuai pro dan kontra setelah berniat membuang limbah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi ke laut, yang bahkan siap dimulai tahun 2023 mendatang. Bahkan perusahaan yang menaungi PLTN tersebut siap membangun pipa sepanjang satu kilometer.

Kono juga dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan garis keturunan kekaisaran dari ibu (maternal). Namun usulan Kono ini ditolak pada Juni 2021 kemarin. "Kita harus beranjak sambil memahami keinginan publik," respons Kono ketika disinggung perihal usulannya yang dimentahkan tersebut.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait