Coki Pardede yang kini sedang menjalani rehabilitasi atas kasus penyalahgunaan narkoba mengaku telah gagal sebagai manusia. Menurutnya, kegagalan itu disebabkan Coki mempunyai masalah terkait empati.
- Intan Maharani
- Jumat, 10 September 2021 - 23:00 WIB
WowKeren - Belum lama ini, Coki Pardede ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba pada Rabu (1/9) dan kini sudah menjalani masa rehabilitias. Sebelum diringkus oleh pihak berwajib, rekan Tretan Muslim tersebut rupanya pernah menjadi tamu acara "Daniel Tetangga Kamu" milik Daniel Mananta.
Sebelum terlibat kasus narkoba, pemilik nama asli Reza Pardede itu ternyata merasa gagal sebagai manusia. Kepada Daniel, Coki mengaku bahwa dirinya menikmati dark jokes dan itu merupakan salah satu masalah dalam hidupnya. Seperti diketahui, selain membawakan materi candaan gelap yang menyinggung di stand up comedy ia mengaku sering mendapatkan masalah karena terlalu sering menanggapi penderitaan orang lain dengan humor.
"Wah, gua masih ngerasa jadi orang gagal sih. Karena, gini, gue ini ada satu masalah dalam diri gue yang menurut gue sangat sulit untuk gue ubah. Bagaimana reaksi gue terhadap penderitaan orang lain. Mekanisme gue saat melihat penderitaan orang lain selalu jokes (candaan)," kata Coki dalam video di kanal YouTube Daniel yang tayang pada Jumat (10/8).
Kadang Coki merasakan bahwa penderitaan orang lain patut ditertawakan. Kendati demikian, ia sadar bahwa tidak semua hal bisa dikaitkan dengan dark jokes. Kadang ia juga bertanya-tanya kenapa reaksi atau wujud empatinya terhadap penderitaan orang lain tidak senormal manusia pada umumnya.
"Tapi menurut gue kalo lu selalu begitu ke setiap bencana yang ada dalam sekeliling lu, berarti ada yang salah dalam dirimu. Nggak semua humor... ya, nggak tau ya. Tapi gue tuh, anj*** kok gue begini. Temen gue sakit jantung, ketawa gue," kata Coki.
Bahkan Coki mengaku pada Daniel mengungkapkan bahwa masalah itu terlalu parah dalam dirinya. Sehingga ia merasa harus berlatih untuk mengucapkan belasungkawa untuk orang lain. Namun menurutnya mekanismenya dalam menanggapi penderitaan orang lain adalah salah satu caranya mengendalikan diri atau coping mechanism.
Kesimpulannya, Coki merasa gagal sebagai manusia karena kesulitan kontens ramah tamah. "Gue merasa gue gagal sebagai manusia pada umumnya, dalam konteks ramah tamah. Etika, yang mana kalau gue pikir lebih dalam itu bisa jadi perdebatan lebih lanjut," terangnya.
(wk/inta)