Kemenkes mengatakan bahwa Singapura harus siap dengan skenario bahwa anak-anak yang terinfeksi COVID-19 bisa sakit parah atau meninggal karena kasus masyarakat meningkat.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 11 September 2021 - 08:50 WIB
WowKeren - Jumlah anak yang terinfeksi varian Delta COVID-19 terus meningkat. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kenneth Mak, Direktur Pelayanan Medis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (10/9).
Varian Delta saat ini menjadi jenis virus corona dominan yang menyebabkan infeksi masyarakat di Singapura. Profesor mengatakan anak-anak yang terinfeksi varian Delta tidak menunjukkan sakit parah, dan semuanya tidak memiliki gejala sama sekali atau gejala ringan.
"Kami memang melihat lebih banyak anak yang terinfeksi, tetapi sejauh ini kami beruntung tidak melihat anak-anak yang sakit parah," kata Mak. "Mereka tidak menunjukkan gejala atau bergejala ringan. Kami menyadari bahwa di negara lain, khususnya dilaporkan di AS, ada banyak anak yang dirawat di ICU. Dan juga, kematian di antara anak-anak."
Pengalaman dari negara lain, khususnya Amerika Serikat, menunjukkan bahwa banyak anak yang terinfeksi memerlukan perawatan intensif dan bahkan meninggal. Untuk itu, Mak mengatakan bahwa Singapura harus siap dengan skenario bahwa anak-anak yang mengidap COVID-19 bisa sakit parah atau meninggal karena kasus masyarakat meningkat.
"Jadi sementara kita melihat kasus komunitas kita meningkat, kita perlu bersiap untuk setiap kemungkinan," kata Mak menambahkan. "Dan itu termasuk bahwa kita akan melihat anak-anak yang sangat sakit dengan infeksi, atau bahkan harus bersiap untuk skenario itu, di mana kita bahkan mungkin melihat kematian."
Untuk mengurangi efek drastis tersebut, Mak mengatakan jika jangkauan vaksinasi di Singapura harus diperluas terutama bagi mereka yang rentan terhadap penyakit. Sementara itu, Mak mengatakan jika saat ini ada sekitar 90.000 manula belum divaksinasi COVID-19.
Dia menunjukkan bahwa data yang ada menyebutkan jika vaksinasi mengurangi kemungkinan orang yang terinfeksi menularkan penyakit kepada orang lain. Mereka yang diimunisasi telah membersihkan virus lebih cepat meskipun viral load-nya serupa di antara orang yang divaksinasi maupun tidak divaksinasi pada tahap awal infeksi.
(wk/zodi)