Kilas Balik Peristiwa 9/11, Ribuan Warga Afghanistan Tewas Hingga Kembalinya Taliban Berkuasa
Dunia

20 Tahun yang lalu, sebuah peristiwa besar terjadi di Amerika Serikat (AS). Pada saat itu, sebuah pesawat yang diketahui dibajak menabrak dua bangunan penting milik AS dan membuat ribuan warga tewas.

WowKeren - Genap 20 tahun sudah pasca peristiwa serangan 11 September atau 9/11. Peristiwa serangan itu diketahui datang dari pasukan asing yakni Amerika Serikat (AS). Adapun serangan yang diluncurkan AS itu merupakan intervensi atas peristiwa empat pesawat yang dibajak dan menabrak dua bangunan penting AS hingga menewaskan ribuan orang.

Imbas dari serangan intervensi AS terhadap Afghanistan, membuat ribunan warga juga meninggal dunis. Orang-orang dari desa Zangabad, distrik Panjwai berbaris pada Sabtu (9/11) malam, mereka berdiri mengingat kembali kenangan akan peristiwa yang telah menewaskan sejumlah keluarga dan kerabat.

Tragedi serangan intervensi AS itu meninggalkan kesedihan tersendiri bagi para keluarga yang ditinggalkan. Hal ini pun menyambar terhadap warga Afghanistan yang tidak mengetahui peristiwa pesawat yang menabrak dua menara penting AS dan yang tidak memiliki kaitan dengan al-Qaida dan menjadi korban.

Haji Muhammad Wazir menyampaikan telah kehilangan hampir semua keluarga dekatnya. Hanya tersisa satu orang putranya. Kini sudah lebih dari satu dekade peristiwa serangan itu terjadi, tetapi bayang-bayang tentara militer AS yang berada di depan rumahnya itu masih membekas.


"Sangat sulit bagi saya, saya masih merasa hal-hal ini terjadi sekarang," terang Wazir kepada Guardian. "Saya sangat senang pasukan AS akhirnya meninggalkan Afghanistan, dan sangat bersyukur kepada Allah karena membuat ini terjadi, akhirnya aku merasa aman."

Di saat itu lah, dimanfaatkan oleh Taliban untuk merekrut para pria di Afghanistan untuk bergabung dengannya. Dukungan pun datang dari warga Afghanistan untuk bisa "mengusir" AS dari Afghanistan.

"Saya tidak bisa pergi dan bertarung, karena saya satu-satunya orang yang tersisa dari keluarga saya untuk menjaga putra saya," papar Wazir. "Tetapi saya mendukung mereka secara finansial dan dengan cara lain."

Sementara itu, Komandan Taliban untuk distrik Panjwai, Faizani Mawlawi Sahab, menuturkan bahwa setiap pembunuhan massal mendorong lebih banyak orang ke dalam pelukan mereka, dan pembantaian tahun 2012 memicu kesedihan tersendiri. "Meskipun beberapa orang mendukung kami sebelumnya, setelah kejadian ini, semua orang bergabung atau membantu kami dalam beberapa hal," terang Faizani.

Perjuangan Taliban selama bertahun-tahun dalam upaya "mengusir" AS dari Afghanistan dan merebutnya kembali, kini telah terwujud. Pada Agustus 2021, Taliban akhirnya berhasil mengusir AS dan membentuk pemerintahan baru di Afghanistan.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait