Andrew 'Duke' Maloney, seorang pengacara yang mewakili keluarga korban Serangan 11 September mengungkap adanya dugaan konspirasi yang melibatkan Arab Saudi.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 11 September 2021 - 12:02 WIB
WowKeren - Tragedi serangan yang terjadi pada 11 September 2001 yang menyasar Menara Kembar World Trade Center di New York City hingga kini masih membekas di ingatan para keluarga korban. Keluarga korban mengharapkan pemerintah AS segera merilis laporan kunci FBI terkait serangan itu.
Laporan setebal 16 halaman itu berisi ringkasan dan analisis FBI dari penyelidikan jangka panjang terhadap kegiatan dua pembajak 11 September, Khalid al-Mihdhar dan Nawaf al-Hazmi. Keduanya adalah warga negara Arab Saudi.
Laporan FBI itu diharapkan mampu memberikan rincian terkait penyelidikan FBI mengenai siapa yang membantu al-Mihdhar dan al-Hazmi. Sebab pada Januari 2000, dua agen itu disebut dibantu oleh orang Saudi lainnya ketika tiba di California. Andrew 'Duke' Maloney, seorang pengacara yang mewakili keluarga korban Serangan 9/11 mengungkap dugaan konspirasi yang melibatkan Arab Saudi.
"Tidak jelas apa yang mungkin diketahui oleh bagian lain dari pemerintah tentang apa yang sedang terjadi," ujarnya. "Namun yang jelas, pejabat Saudi tingkat tinggi dan menengah yang bekerja untuk pemerintah menjadi bagian dari konspirasi ini."
Maloney mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pengacara untuk keluarga korban Serangan 9/11 percaya mereka dapat membuktikan ada "komplotan rahasia" pejabat pemerintah Saudi "yang berkonspirasi dengan operasi al-Qaeda".
Joe Biden telah mengarahkan Departemen Kehakiman dan lembaga lainnya untuk meninjau dan merilis dokumen dan bukti FBI yang masih rahasia. Laporan itu kemungkinan akan memberi informasi baru mengenai apa yang diketahui FBI terkait orang-orang yang dianggap berhubungan dengan para pembajak. Menurut Maloney, beberapa di antaranya termasuk warga negara Saudi, Fahad al-Thumairy dan tersangka mata-mata Saudi Omar al-Bayoumi.
Sementara itu, Kedutaan Saudi mengatakan pihaknya akan menyambut baik rilis dokumen investigasi FBI. Namun mereka menegaskan bahwa hingga kini tidak ada bukti yang mampu menunjukkan bahwa Arab Saudi maupun para pejabatnya terlibat dalam perencanaan dan eksekusi serangan 11 September.
"Setiap tuduhan bahwa Arab Saudi terlibat dalam serangan 11 September jelas salah," kata kedutaan Saudi di Washington melalui sebuah pernyataan pada Rabu (8/9).
(wk/zodi)